Selasa Ceria Berbayar, Pedagang Menjerit? Aturan Baru Dekranasda Bekasi Disorot Bak Kapitalisme

Redaktur author photo
Selasa Ceria di Taman Rusa Pemkot Bekasi

inijabar.com, Kota Bekasi- Kebijakan baru dalam pelaksanaan Selasa Ceria di Taman Rusa Kompleks Pemkot Bekasi menuai keluhan dari para pedagang. Program yang sebelumnya digelar setiap Jumat dan kini dipindahkan ke hari Selasa akibat kebijakan Work From Home (WFH) itu dinilai justru menghadirkan beban baru bagi pelaku UMKM.

Berdasarkan ketentuan registrasi yang beredar, setiap pedagang diwajibkan membayar biaya kebersihan Rp5.000 bagi anggota Dekranasda dan Rp15.000 bagi nonanggota, ditambah potongan 10 persen dari hasil penjualan.

Tak hanya itu, setiap tenant juga diwajibkan menyetor deposit Rp100 ribu. Deposit tersebut memang dijanjikan akan dikembalikan setelah acara selesai. Namun, apabila pedagang yang telah dinyatakan lolos tidak hadir berjualan, uang deposit dinyatakan hangus.

Kebijakan tersebut memunculkan kritik dari sejumlah pedagang. Mereka menilai sistem pungutan tersebut terlalu memberatkan, mengingat omzet penjualan di Taman Rusa tidak selalu besar.

"Penghasilan kami di sini tidak besar. Kalau masih dipotong 10 persen ditambah biaya lain, ya semakin berat," keluh salah seorang pedagang. Selasa (1/9/2026)

Sejumlah pedagang pun memilih tidak menggelar dagangannya dan berusaha menemui Dinas UMKM Pemkot Bekasi untuk menyampaikan protes.

Sorotan pun mengarah pada pola pengelolaan kegiatan yang dinilai mulai bergeser dari semangat pemberdayaan UMKM menjadi orientasi pemasukan.

Bila tujuan awal Selasa Ceria adalah memberi ruang promosi dan membantu pelaku usaha kecil, kebijakan pemotongan omzet hingga kewajiban deposit dinilai berpotensi mengurangi keuntungan pedagang yang justru menjadi sasaran program tersebut.

Selain persoalan pungutan, polemik juga muncul dari pergantian pengisi hiburan secara mendadak.

Hotman, penyanyi organ tunggal yang mengaku telah mengisi acara tersebut selama sekitar 2,5 tahun, mengaku kecewa karena dirinya digantikan tanpa pemberitahuan.

"Hari ini saya ke sini tiba-tiba sudah ada penggantinya tanpa pemberitahuan ke kami sebelumnya. Katanya sih pengisi musiknya dari Dekranasda," ujar Hotman. Selasa (1/9/2026)

Pergantian tersebut memunculkan pertanyaan mengenai mekanisme pengambilan keputusan dalam penyelenggaraan Selasa Ceria, termasuk transparansi penunjukan pengisi acara.

Kondisi ini membuat sejumlah pelaku UMKM berharap Dekranasda Kota Bekasi melakukan evaluasi terhadap aturan yang diterapkan. Mereka meminta agar kegiatan yang membawa nama pemberdayaan ekonomi rakyat tidak justru menambah beban biaya bagi pedagang kecil.

Sejumlah pedagang juga berharap Dekranasda membuka ruang dialog dengan para tenant sebelum menerapkan kebijakan baru, sehingga program Selasa Ceria tetap menjadi wadah promosi UMKM, bukan sekadar kegiatan yang dipenuhi pungutan dan aturan yang dinilai memberatkan.

Share:
Komentar

Berita Terkini