Ambulan Disiagakan, Puluhan Siswa TK dan SD Diduga Keracunan MBG di Cirebon

Redaktur author photo

 

Sejumlah Ambulan disiagakan di depan sekolah guna mengangkut siswa SD keracunan MBG

inijabar.com, Kota Cirebon – Puluhan siswa dari tiga sekolah di Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, diduga mengalami keracunan makanan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa (20/10/2026). Para korban mengalami gejala mual, muntah, hingga diare beberapa jam setelah pulang sekolah.

Korban berasal dari SD Kalijaga Permai, SD Taman Kalijaga, dan TK Teratai. Sejak sore hari, sejumlah orang tua berbondong-bondong membawa anak mereka ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Suasana di IGD RS Siloam Putera Bahagia pun dipenuhi pasien anak. Hingga pukul 18.31 WIB, korban terus berdatangan sehingga sedikitnya tujuh ambulans disiagakan di depan rumah sakit. 

Sebagian pasien juga dikabarkan dirujuk ke rumah sakit lain karena jumlah korban terus bertambah.

Salah seorang orang tua siswa, Agus Bakhtiar, mengaku menerima telepon sekitar pukul 15.45 WIB yang mengabarkan anaknya muntah-muntah setelah pulang sekolah.

"Anak saya muntah-muntah. Ada juga katanya yang kena diare. Kalau anak saya belum sempat diare, tapi muntah beberapa kali," ujarnya.

Agus mengatakan, berdasarkan pengakuan anaknya, menu MBG yang disantap berisi telur. Saat ditanya kondisinya, sang anak menyebut rasa telurnya sudah asam.

"Saya tanya anaknya habis makan apa, MBG-nya kenapa, apa yang dimakan? Telur. Telurnya kenapa? Asam," kata Agus.

Keterangan serupa disampaikan orang tua siswa lainnya, Doni Armando. Menurutnya, anaknya mulai mengalami muntah dan diare sekitar pukul 15.00 WIB.

"Jam 3-an sudah mulai muntah, BAB. Ada juga yang langsung BAB di sekolahan, ada yang BAB-nya terus-terusan di rumah," ungkap Doni.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sedikitnya 26 orang dilaporkan mengalami keluhan, terdiri dari siswa dan guru. Mayoritas mengeluhkan muntah, diare, dan sakit perut setelah mengonsumsi menu MBG.

Sejumlah orang tua menduga menu sop telur puyuh menjadi penyebab keracunan massal tersebut. Namun hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang mengenai penyebab pasti kejadian tersebut.

Petugas medis masih melakukan penanganan terhadap para korban, sementara pihak terkait diperkirakan akan melakukan investigasi terhadap sampel makanan untuk memastikan sumber dugaan keracunan.

Kasus ini menjadi perhatian serius karena program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu program pemenuhan gizi bagi pelajar yang seharusnya menjamin keamanan dan kualitas makanan yang dikonsumsi siswa.

Share:
Komentar

Berita Terkini