![]() |
| Proyek BRT di Bandung dinilai jadi penyebab kemacetan |
inijabar.com, Kota Bandung – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan akan bersikap tegas terhadap pelaksanaan proyek Bus Rapid Transit (BRT) di Kota Bandung. Sikap tersebut muncul setelah banyaknya kritik masyarakat, termasuk viralnya video ambulans yang terhambat akibat pekerjaan proyek BRT di kawasan Cicadas.
Farhan menyatakan telah melihat langsung konten yang memperlihatkan ambulans kesulitan melintas karena adanya pengerjaan proyek BRT di tengah jalan. Menurutnya, seluruh masukan dan kritik masyarakat akan menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Bandung.
"Saya juga sudah melihat sebuah konten yang sangat bagus, menunjukkan ambulans yang jadi terhambat karena adanya pekerjaan BRT di Cicadas di tengah jalan. Semua konten tersebut akan menjadi perhatian Pemerintah Kota Bandung," kata Farhan di Antapani, Senin (19/10/2026).
Farhan Janji Tegas ke Kontraktor BRT
Farhan menegaskan dirinya tidak akan ragu menegur bahkan bersikap keras kepada kontraktor pelaksana proyek agar pembangunan tidak semakin memperparah kemacetan.
Menurutnya, sejak awal menjabat pada Februari 2026, ia sudah mengingatkan bahwa proyek BRT harus dikerjakan dengan memperhatikan kelancaran lalu lintas.
"Saya dari sejak Februari 2026 sudah menyatakan akan galak soal BRT. Saya akan keras kepada para pelaksana agar memastikan proyek ini tidak justru menghambat lalu lintas," ujarnya.
Banyak Keluhan, Pemkot Minta Sosialisasi Diperbanyak
Menanggapi banyaknya keluhan warga, Farhan mengatakan Pemerintah Kota Bandung akan mengumpulkan seluruh masukan masyarakat untuk dibahas bersama pihak pelaksana proyek.
Ia juga meminta tim BRT meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya di lokasi yang akan menjadi titik pembangunan berikutnya.
"Dalam seminggu ke depan saya akan meminta tim BRT memberikan sosialisasi mengenai proyek-proyek yang sedang dan akan dikerjakan," katanya.
Farhan: Saya Dukung BRT, Tapi Jangan Rugikan Warga
Farhan menepis anggapan bahwa dirinya menolak proyek BRT. Ia menegaskan tetap mendukung pengembangan transportasi massal di Kota Bandung, namun pelaksanaannya harus meminimalkan dampak terhadap masyarakat.
"Saya bukan tidak mendukung BRT, tapi saya ingin memastikan BRT tidak merugikan warga Kota Bandung," tegasnya.
Ia juga memahami masih adanya penolakan dari sebagian masyarakat. Karena itu, selain Pemerintah Kota Bandung, pihak pelaksana proyek juga diminta aktif melakukan pendekatan dan komunikasi dengan warga agar proses pembangunan berjalan lebih baik.
Viralnya video ambulans yang terjebak kemacetan akibat proyek BRT menjadi alarm bahwa pembangunan infrastruktur harus tetap mengutamakan keselamatan dan akses layanan darurat. Pemerintah Kota Bandung kini dituntut memastikan proyek strategis tersebut tetap berjalan tanpa mengorbankan mobilitas masyarakat.

