Ricuh Usai PSGC vs PSIS, Kapolres Ciamis: Tak Ada Korban Jiwa

Redaktur author photo

 

Ricuh antar suporter pasca pertandingan PSGC Ciamis vs PSIS Semarang

inijabar.com, Ciamis – Pertandingan sepak bola antara PSGC Ciamis melawan PSIS Semarang diwarnai insiden kericuhan usai laga. Meski sempat terjadi kesalahpahaman yang memicu benturan di beberapa titik, Kapolres Ciamis AKBP Eko Iskandar memastikan situasi berhasil dikendalikan dan tidak ada korban jiwa.

Eko menjelaskan, insiden pertama terjadi menjelang pertandingan berakhir ketika pintu pembatas antara zona suporter tuan rumah dan suporter tamu jebol. Kondisi tersebut memicu kesalahpahaman di dalam area stadion.

"Petugas segera mengambil langkah cepat sehingga situasi di stadion dapat diredakan," ujarnya dalam keterangan resminya, Minggu (18/10/2026).

Situasi kembali memanas saat rombongan suporter PSIS Semarang akan menaiki bus untuk meninggalkan lokasi pertandingan. Benturan sempat terjadi di sepanjang jalur pengawalan, tepatnya di kawasan Kawali Unigal, Panawangan, hingga area pom bensin.

Meski demikian, aparat keamanan berhasil mengendalikan keadaan sehingga rombongan suporter dapat melanjutkan perjalanan dengan aman.

Untuk mengamankan pertandingan tersebut, sebanyak 439 personel gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, Satpol PP, dan Dinas Pemadam Kebakaran diterjunkan.

Petugas juga melakukan pengawalan penuh terhadap rombongan suporter PSIS hingga keluar dari wilayah Kabupaten Ciamis sebagai langkah antisipasi demi menjaga keselamatan seluruh pihak.

Eko turut menyampaikan apresiasi kepada suporter PSGC, khususnya Viking, yang dinilai mampu menahan diri sehingga situasi tidak berkembang menjadi lebih besar.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada suporter PSGC Viking yang telah menunjukkan kedewasaan dengan menahan diri dan tidak terpancing. Inilah yang ingin kita tonjolkan, yaitu Ciamis yang aman dan kondusif," katanya.

Menurut Eko, peristiwa tersebut akan menjadi bahan evaluasi bersama bagi panitia pelaksana, aparat keamanan, maupun seluruh elemen suporter.

Pihak kepolisian juga akan menyampaikan sejumlah catatan kepada panitia penyelenggara agar persiapan pertandingan berikutnya dapat lebih baik, termasuk penyesuaian jumlah personel pengamanan sesuai potensi kerawanan di lapangan dengan tetap mengacu pada ketentuan rasio pengamanan yang berlaku.

Eko berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi pada pertandingan mendatang. Ia menegaskan bahwa sinergi antara panitia penyelenggara, aparat keamanan, dan komunitas suporter menjadi kunci utama untuk menjaga pertandingan sepak bola tetap berlangsung aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh penonton.

Insiden ini menjadi pengingat penting bahwa pengelolaan arus suporter, kekuatan pembatas stadion, serta sistem pengawalan pascalaga harus terus dievaluasi. Dengan koordinasi yang lebih matang, pertandingan sepak bola di Ciamis diharapkan dapat berlangsung aman tanpa mengurangi semangat sportivitas para pendukung.(diki)


Share:
Komentar

Berita Terkini