![]() |
| Peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke 54 di Depok |
inijabar.com, Depok - Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Depok memperingati Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 tingkat Kota Depok di Alun-Alun Grand Depok City, Kota Depok, Sabtu (17/10/2026) malam.
Dengan mengusung tema “Kuatkan 10 Program Pokok PKK, Laksanakan Asta Cita, Wujudkan Indonesia Emas Tahun 2045” momentum peringatan tersebut difokuskan pada penguatan peran keluarga serta evaluasi program kerja kemasyarakatan.
Ketua TP PKK Kota Depok, Siti Barkah Hasanah atau yang akrab disapa Cing Ikah menyampaikan bahwa peringatan HKG menjadi momentum untuk mengevaluasi perjalanan gerakan PKK serta memperkuat komitmen dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Menurutnya, pelaksanaan 10 Program Pokok PKK harus diwujudkan melalui aksi nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
"Peringatan HKG PKK bukan hanya sekadar seremonial atau perayaan tahunan saja, tapi lebih dari itu HKG merupakan momentum untuk memperkuat semangat kebersamaan, mengevaluasi perjalanan gerakan PKK, serta menumbuhkan kembali komitmen kita dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat," ujar Siti Barkah dalam sambutannya.
Adapun 10 Program Pokok PKK tersebut diantaranya yakni meliputi penghayatan dan pengamalan Pancasila, gotong royong, pangan, sandang, perumahan dan tata laksana rumah tangga, pendidikan dan keterampilan, kesehatan, pengembangan kehidupan berkoperasi, kelestarian lingkungan hidup, serta perencanaan sehat.
Dalam kesempatan itu, Cing Ikah juga memaparkan salah satu program inisiatif pengelolaan lingkungan hidup bernama Pusat Olah Mandiri Sera Mijel SAE (POM SS) yang bekerja sama dengan Grenia.
Program ini, kata dia berfokus pada pengumpulan dan pengelolaan minyak goreng bekas (jelantah) dari rumah tangga untuk mencegah pencemaran lingkungan.
"Minyak jelantah yang dibuang sembarangan berpotensi mencemari lingkungan. Pengumpulan dan penanganan yang tepat dapat mendorong kebiasaan rumah tangga yang lebih bertanggung jawab," kata Cing Ikah.
Dia menambahkan bahwa keterlibatan aktif para kader dan masyarakat sangat diperlukan, agar program-program yang dirancang dapat terimplementasi secara berkelanjutan di lingkungan warga. Cing Ikah juga menyampaikan apresiasinya kepada seluruh panitia, kader PKK, dan pihak sponsor yang mendukung kelancaran penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Depok Supian Suri menyampaikan apresiasi atas kontribusi para kader PKK di berbagai bidang, termasuk kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat. Menurut Supian Suri, inisiatif penanganan limbah minyak goreng bekas menjadi salah satu bentuk kepedulian lingkungan yang patut didukung.
"Ini menjadi bagian dari apresiasi terhadap kerja-kerja mereka ya. Momentum ini diharapkan dapat terus menjaga semangat para kader," tutur Supian Suri.
Selain isu lingkungan, Supian Suri juga menanggapi pelaksanaan program pendidikan anak usia dini (PAUD). Pemerintah Kota Depok saat ini tengah menjalankan program PAUD gratis dengan target penyediaan dua fasilitas PAUD di setiap Kecamatan.
Langkah ini diambil mengingat pendidikan pra-SD (PAUD, TK, atau RA) menjadi salah satu fondasi utama sebelum anak melanjutkan pendidikannya ke jenjang Sekolah Dasar (SD) atau Madrasah Ibtidaiyah (MI).
Wali Kota Supian Suri meminta seluruh kader PKK hingga tingkat Rukun Warga (RW) untuk turut mengawal keterjangkauan akses pendidikan tersebut dan memantau kondisi anak-anak di wilayah masing-masing.
"Jangan sampai ada anak-anak kita yang tidak mengenyam pendidikan PAUD, TK, atau RA. Peran kader di lapangan sangat penting untuk memberikan solusi dan menyampaikan informasi kepada Pemerintah Kota Depok agar tidak ada anak yang putus sekolah," tegas Supian Suri. (Risky)

