Breaking News

Kabid Humas Polda Metro Jaya; Pelaku Pembunuh Wartawan Ditangkap di Pencucian Motor Bantar Gebang

Nurdin, pelaku pembunuhan wartawan di Bogor.

INIJABAR.COM, Jakarta- Polisi tangkap pembunuh di Bantargebang, kota Bekasi. Rabu, 21 November 2018 pukul.06:42 wib.

Lokasi penemuan mayat laki-laki di Desa Kembang Kuning, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Minggu (18/11/2018). Jenazah itu ada dalam sebuah tong plastik biru..

Kasus mayat yang ditemukan dalam drum plastik di Kawasan Industri Kembang Kuning, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, masuk babak baru.

Aparat kepolisian menangkap M Nurhadi, terduga pembunuh mantan jurnalis, Abdullah Fithri Setiawan alias Dufi, yang jenazahnya Minggu (18/11/2018) lalu ditemukan di Bogor tersebut.

Nurhadi ditangkap di Kelurahan Bantargebang, Bekasi, Selasa (20/11/2018) siang.

"Pelaku ditangkap di cucian motor 'Omen' belakang Kelurahan Bantargebang, Kecamatan Bantargebang, Bekasi jam 14.30 WIB," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, melalui pesan singkat, Selasa malam.

Sebelumnya diberitakan TribunSolo.com, jenazah Dufi ditemukan di dalam sebuah drum yang berada di Kampung Narogong, Kecamatan Klapanunggal, Bogor.

Kasubag Humas Polres Bogor, Ajun Komisaris Ita Puspita Lena, beberapa hari lalu mengatakan, mayat tersebut pertama kali ditemukan pemulung sampah di wilayah tersebut.

Ita menuturkan, pemulung sampah itu awalnya mengira isi drum tersebut adalah sampah.

"Namun setelah membuka, dia (pemulung sampah, Red) kaget karena melihat mayat di dalam drum itu," katanya.

"Dia berteriak dan minta bantuan kepada warga sekitar," ucap Ita

Adapun  menurut Kombes Pol Argo Yuwono, selain menangkap Nurhadi, polisi juga menemukan ponsel, kartu tanda penduduk (KTP), surat izin mengemudi (SIM), kartu ATM dan buku tabungan milik korban di tangan Nurhadi.

Petugas kepolisian membawa pelaku ke Polda Metro Jaya untuk dimintai keterangan.

"Saat ini pelaku dibawa ke Resmob PMJ (Polda Metro Jaya, Red) untuk dilakukan pemeriksaan," ujar Argo.

Tidak ada komentar