|
Menu Close Menu

Ini Pesan Gubernur Jabar Buat Siswa Soal Mekanisme Masuk SMA/SMK

Rabu, 24 April 2019 | 05.25 WIB
Gubernur Jabar, Ridwan Kamil
inijabar.com, Bandung- Gubernur Jawa Barat M. Ridwan Kamil mengatakan, sosialisi PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) tingkat SMA dan SMK penting sekali mengingat ada yang tidak tahu aturannya pada tahun sebelumnya.

Karena itulah, pihaknya akan menyiapkan tim pengawasan khusus PPDB 2019 yang memantau segala proses PPDB agar berjalan sesuai aturan.

Jika ada kasus, sambung dia, Disdik Jabar sudah menyiapkan tim yang akan menerima aduan. Dan bisa menindaklanjuti kasus per kasus.

’’Dari pengalaman saya banyak yang marah dan demo karena tidak baca aturan di tahun itu,’ itulah pentingnya sosialisasi ini,"’kata Ridwan Kamil pada wartawan di Gedung Sate. 

Ridwan menuturkan, untuk atu­ran PPDB masih mengikuti edaran zonasi 90 persen yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan. Namun, untuk pelaksanaannya di Jabar akan dimodifikasi untuk menyesu­aikan dengan kondisi geogra­fis.

’’Tentunya dengan terjema­han lokal yang tidak sama di seluruh Indonesia bagaima­na menghitung jarak dan seterusnya,” kata pria yang akrab disapa kang Emil ini.

Dia memastikan, untuk atu­ran resmi PPDB akan diu­mumkan dalam minggu ini. Namun, secara umum aturan penerapan zonasi dalam PPDB tetap diberlakukan.

’’Jadi intinya akan ada bebe­rapa elemen aturan yang akan disesuaikan dengan kondisi di tiap wilayah,” ujarnya.

Untuk itu, mekanismenya tipe dan cara prosedurnya dalam sebulan akan disosia­lisasikan, baru setelah itu melakukan proses pendafta­ran.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar Iwa Karniwa juga menambahkan, aturan main PPDB tahun ini baru tahap pendalaman ma­teri oleh Dinas Pendidikan.

”Kami sedang melakukan pendalaman materi. Kadisdik (Kepala Dinas Pendidikan) saya perintahkan untuk me­mantangkan semua aturan yang prinsipnya mengacu pada aturan lebih tinggi dan keadilan,” ucap Iwa.

Dia tak menampik jika atu­ran PPDB nantinya tidak akan memenuhi ekspektasi semua masyarakat. Namun, Iwa me­mastikan mekanisme baru tetap menjunjung azas keadi­lan.

Iwa juga berkomitmen untuk mengutamakan proses sosialisasi agar aturan baru bisa dipahami secara jelas oleh masyarakat. Untuk itu, ia pun siap untuk melakukan sosialisasi langsung ke tiap sekolah.

”Pada sosialisasi ini, kami akan datang melalui cabang dinas untuk melakukan so­sialisasi kepada SMP khusus­nya kelas 9 untuk mendapat­kan informasi lebih utuh,” pungkasnya.(*)
Bagikan:

Komentar

<---PASNG IKLAN--->
<---PASANG IKLAN--->