|
Menu Close Menu

ASN Pemkot Cimahi Gelar Lomba Tradisional Peringati HUT ke 18

Minggu, 16 Juni 2019 | 07.04 WIB

inijabar.com, Cimahi – Selain memperingati HUT Kota Cimahi yang ke 18, permainan tradisional bagus juga untuk relaksasi dan sangat menghibur. Hal itu yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi yang menggelar berbagai lomba dan permainan tradisional antar Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Selain para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berada dilingkungan Pemkot Cimahi, kegiatan itu juga diikuti oleh para pejabat SKPD.

Bahkan, Wali Kota Cimahi, Ajay muhamad Priatna beserta Wakil Wali Kota Cimahi, Ngatiyana pun ikut larut meramaikan acara tersebut. Berbagai macam olahraga tradisional mulai dari lomba tarumpah panjang, dagongan, makan kerupuk, sumpitan, hingga balap karung.

Selain itu, ada juga olahraga boccia yang digelar oleh National Paralympic Commitee of Indonesia (NPCI) Kota Cimahi. 

Walikota Cimahi Ajay M. Priatna, mengatakan, lomba antar SKPD ini digelar sebagai bentuk ungkapan syukur dari pihak Pemkot Cimahi, karena saat ini kota yang dipimpinnya sudah menginjak usia ke-18 tahun.

”Kami semua di sini bergembira dan bersukacita lewat perlombaan. Kegiatan dari kita untuk kita disela rutinitas yang dijalani,” kata Ajay disela-sela kegiatan di Lapangan Apel Pemkot Cimahi, Jalan Demang Hardjakusuma, Kota Cimahi, Jumat kemarin (14/6/2019).

Lomba ini, sambung dia, bisa juga diterapkan dalam melakukan pekerjaan sehari-hari dimana dalam setiap memberikan pelayanan kepada masyarakat selalu mengutamakan kerja tim.

”Kami berharap kegiatan ini bisa berdampak pada sinergi dan kinerja yang lebih baik,” ucapnya.

Ajay mengaku, pihaknya memilih gelaran permainan tradisional dalam kegiatan tersebut, karena di era modern ini, permainan-permainan itu harus dilestarikan. 

”Ini bagian dari upaya kita (melestarikan permainan tradisional). Permainan tradisional ini menarik, pernah dialami saat kita kecil dan membawa kebahagiaan,” tuturnya.

Kendati hampir seluruh ASN larut dalam acara, namun orang nomor satu di Cimahi itu menjamin jika selama acara berlangsung semua kegiatan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu sedikit pun.

”Tidak (mengganggu pelayanan publik) karena petugasnya dibagi,” terangnya.(*)
Bagikan:

Komentar

<---PASNG IKLAN--->
<---PASANG IKLAN--->