|
Menu Close Menu

Jadi Saksi 02 di Sidang MK Caleg PBB Ini Permalukan Yusril Ihza

Kamis, 20 Juni 2019 | 09.16 WIB

inijabar.com, Jakarta-Salah satu saksi yang di bawa tim hukum Prabowo-Sandi ke sidang PHPU adalah Calon Legislatif (Caleg) Partai Bulan Bintang (PBB) Hairul Anas. Kehadiran saksi ini jelas mempermalukan Yusril Ihza Mahendra yang merupakan ketua umum PBB dan sebagai Ketua tim hukum Jokowi-Maruf 

Hairul y├áng diketahui merupan konapakan mantan Ketua MK, Mahfud MD, dalam kesaksiannya membeberkan semua temuannya dan cukup mengejutkan. Dia menceritakan soal pelatihan saksi Paslon 01 Jokowi-Maruf diberikan materi yang menyebut bahwa kecurangan adalah bagian dari demokrasi. 

Materi itu, sambung dia, disampaikan oleh Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf kepada para saksi. Sementara ia mendengar pemaparan materi itu dari Wakil Ketua TKN, Moeldoko saat mengikuti pelatihan saksi pada 20-21 Februari 2019 di Hotel El Royale, Jakarta.
"Jadi saya adalah caleg dari Partai Bulan Bintang yang merupakan pendukung paslon 01. Kemudian saya ditugaskan hadir training saksi pada 20 dan 21 Januari. Saya hadir diutus wakil PBB," ujar Hairul, Kamis (20/6/2019).

Pada saat pelatihan itu, Hairul mengaku mendapatkan sejumlah materi. Salah satu materi yang disampaikan adalah soal kecurangan bagian dari demokrasi yang disampaikan Moeldoko.

"Saya mendapat materi di mana ingatan saya ada slide-nya. Pertama ada satu slide materi 'Kecurangan Bagian dari Demokrasi'. Materi ini diunggah ke suatu drive, dan ditayangkan pada saat Bapak Moeldoko kalu tidak salah," papar Hairul.

Keterangan Hairul pun mengusik rasa ingin tahu dari Hakim MK I Dewa Gede Palguna. Ia kemudian menanyakan maksud dari materi itu apakah menjelaskan bagaimana membuat kecurangan atau menjelaskan kecurang suatu yang wajar terjadi dalam demokrasi. 

"Cenderung yang kedua, kecurangan itu adalah suatu kewajaran," jawab Hairul. 

Kesaksian Hairul sebagai saksi Prabowo-Sandi, menurut pengamat politik, Bambang Istianto merupakan realita dinamika di minta PBB. Banyak kader PBB yang mbalelo pada sikap politik Yusril yang lebih memilih ke paslon 01.

"Iya itu realitas di terima PBB, Ketua Umum nya lebih memutuskan ke 01 kader nya terlanjur cinta dengan 02. Dia (YIM) dipermalukan kadernya sendiri,"tandasnya.

Diketahui, Hairul juga menjadi salah satu relawan IT BPN Prabowo-Sandi usai hari pencoblosan 17 April. Ia juga membuat robot yang berhasil mengungkap dugaan kecurangan dalam Sistem Informasi Perhitungan (Situng) milik KPU.(*)
Bagikan:

Komentar

<---IKLAN--->
<---PASNG IKLAN--->
<---PASANG IKLAN--->