|
Menu Close Menu

Fraksi Demokrat Jadi 'Bandul' Arah Politik DPRD Kota Bekasi?

Selasa, 27 Agustus 2019 | 07.27 WIB

RESMI sudah anggota DPRD Kota Bekasi Periode 2019-2024 usai dilantik pada Senin (26/8/2019) siang di gedung DPRD Kota Bekasi. Komposisi perolehan kursi anggota dewan pun berubah. PKS mendapat jumlah kursi sama.dengan PDI Perjuangan sebanyak 12 kursi.

Namun karena jumlah perolehan suara PKS lebih banyak. Maka partai tersebut berhak menduduki ketua dewan dan PDIP menjadi salah satu wakil pimpinan dewan bersama Golkar (8 kursi) dan Gerindra (6 kursi). Namun yang menarik justru kemana arah peta politik di gedung wakil rakyat tersebut.

Justru masyarakat menunggu komposisi partai koalisi pemerintah dan kubu oposisi mengingat banyak perubahan arah politik pasca Pilkada 2017.

Jika melihat komposisi saat ini yang terlihat masih kental berkoalisi adalah PPP yang kini hanya memiliki 2 kursi dan sudah bergabung dengan Fraksi Golkar. Jadi jumlah kedua partai ini dalam satu fraksi ada 10 kursi.

Lalu PKB yang masih memiliki 1 kursi akan bergabung menjadi satu dengan Fraksi PDIP menjadi 13 kursi. Seperti diketahui PDI Perjuangan Kota Bekasi saat ini dipimpin oleh wakil walikota Bekasi, Tri Adhianto yang memilih keluar dari Partai Amanat Nasional (PAN) tentu saja bisa diyakinkan arah politik PDIP Kota Bekasi saat ini yang menjadi partai pemerintah.

Jika dihitung fraksi Golkar 10 ditambah Fraksi PDIP sudah 23 kursi. Sementara di partai oposisi yang santer diprediksi yakni PKS dengan 12 kursi, ditambah Gerindra 6 kursi dan PAN 5 kursi menjadi total 23.

Dengan komposisi jumlah kursi sama sebanyak 23, baik oposisi maupun koalisi memerlukan Fraksi Demokrat yang memiliki 4 kursi. Fraksi Demokrat menjadi bandul kekuatan politik di gedung wakil.rakyat Kota Bekasi tersebut.

Kemana pun Demokrat berlabuh akan mendominasi kekuatan. Beberapa elit DPC Partai Demokrat Kota Bekasi pun memberikan komentar beragam.

"Ya belum tentu juga Demokrat kedepannya masih berkoalisi dengan partai penguasa. Politk itu kan dinamis. Jika pemerintah sudah tidak berpihak kepada masyarakat. Maka Demokrat bisa saja tidak berkoalisi lagi,"ungkap anggota DPRD Kota Bekasi asa Fraksi Partai Demokrat, Haeri Parani  beberapa waktu lalu. 

Sementara pernyataan berbeda diungkapkan pengurus Partai Demokrat Kota Bekasi, Sodikin. Menurut dia, Partai Demokrat akan tetap berkoalisi dengan pemerintah daerah termasuk.di legislatif.

Prediksi tersebut juga masih bisa berubah. Bahkan Gerindra pun bisa saja berkoalisi dengan eksekutif karena ketidaksolidan internal sangat rentan untuk satu suara. Begitupun dengan Fraksi PAN bisa saja berubah sikap politiknya. (*/red)
Bagikan:

Komentar