|
Menu Close Menu

Ketika Sang Banteng 'Kepanasan' di Bawah Pohon Beringin

Rabu, 09 Oktober 2019 | 06.52 WIB

GAGALNYA Fraksi Golkar plus PPP DPRD Kota Bekasi mendapatkan kursi ketua-sekretaris, dan wakil.ketua di AKD (Alat Kelengkapan Dewan) banyak dinilai sebagai bentuk perlawanan terutama dari partai politik koalisi Golkar (PDIP, PAN, Demokrat, PKB) atas kendali hegemoni walikota Bekasi, Rahmat Effendi yang juga sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Bekasi khususnya di legislatif.

Bahkan PDIP yang notebene memilki  Wakil Walikota pun lebih memilih bersekutu dengan partai oposisi seperti PKS dan Gerindta.

Pernyataan beberapa kader PDIP Kota Bekasi baik yang berada di legislatif maupun kadernya di grasroot seolah kompak menyebutnya sebagai kemandirian dalam sikap poliik.

Ahmad Faisyal Hermawan, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Bekasi yang juga salah satu anggota Fraksi PDIP DPRD Kota Bekasi, dengan keras menyatakan pada salah satu media online, bahwa Rahmat Effendi tidak berhak mencampuri keputusan politik rumah tangga partai berlambang banteng moncong putih tersebut.

Lain lagi analisa dari salah satu kader senior PDIP yang juga mantan pengurus DPC PDIP Kota Bekasi, Rikky P Sahat Tambunan. Dirinya mensinyalir PDIP di legislatif bukan lagi dikendalikan oleh Tumai (mantan Ketua DPRD Kota Bekasi) yang dikatakannya sebagai kepanjangan tangan Rahmat Effendi di DPRD Kota Bekasi pada periode 2014-2019.

"Kendali sudah bukan di Tumai. Tapi ada pihak lain yang mengendalikan permainan. Dan Wakil Walikota Bekasi Tri Adhianto yang juga Ketua DPC PDIP Kota Bekasi menikmati permainan politik tersebut, meski bukan dia pengendalinya,"ungkap Rikky tanpa menyebut siapa yang sekarang pemegang kendali itu. 

Riky memprediksi kedepan hubungan PDIP dan Golkar di Kota Bekasi akan memanas. Golkar pun sebagai partai penguasa meski bukan partai pemenang pemilu 2019 tidak akan tinggal diam meskipun Rahmat Effendi menganggap biasa saja Fraksi Golkar tidak dapat AKD di DPRD Kota Bekasi.

"Kalau ga dapat emang kenapa?, Biasa itu, PDIP saja pernah tidak dapat apa-apa walaupun saat itu jadi partai pemenang pemilu,"ujar Pepen pada media usai Paripurna di DPRD Kota Bekasi beberapa waktu lalu.

Kini publik menunggu kedepan apalagi yang akan dilakukan sang banteng yang sedang merasa kegerahan di bawah pohon beringin. Kedua partai (Golkar-PDIP) yang sedang berkuasa di Kota Bekasi tersebut juga masih ada kemungkinan mesra lagi. Atau malah cerai total?, wallahualam bi sawab.

*dihimpun dari berbagai sumber

Bagikan:

Komentar

<---PASNG IKLAN--->
<---PASANG IKLAN--->