|
Menu Close Menu

Sertijab, Fahrul Razi Bilang Jadi Menag Mungkin Karena Sering Khotbah

Rabu, 23 Oktober 2019 | 17.34 WIB

inijabar.com, Jakarta- Pro kontra penetapan beberapa posisi Menteri pilihan Presiden Jokowi masih menghiasi pemberitaan media baik televisi maupun online.

Selain Prabowo Subianto yang menuai pro kontra. Jabatan Menteri Agama juga menjadi sorotan publik.
Penunjukan Fachrul Razi sebagai Menteri Agama banyak dipertanyakan  kalangan ulama. Pasalnya beliau berasal dari kalangan militer.

Pada acara serah terima jabatan (sertijab), Fahrul Razi  tak menampik dirinya tak memiliki track record dibidang agama.

Hal tersebut disampaikan oleh Fachrul Razi dihadapan seluruh pejabat eselon 1 ataupun 2 Kementerian Agama (Kemenag). Di situ, ada pula eks menteri agama Lukman Hakim Saifuddin.

"Teman-teman sekalian saya bukan Kyai dan juga bukan tamatan pesantren atau sekolah-sekolah agama lainnya," kata Razi dalam paparannya di Gedung Kemenag, Jakarta, Rabu (23/10/2019).

Razi menegaskan,, bukan berarti dia tidak mengetahui sama sekali mengenai pengetahuan agama Islam.

Di lingkungan keluarga sampai karir militer, dia mengaku kerap terhimpun dalam berbagai kegiatan keagamaan.

"Saya dibesarkan dalam sebuah wilayah yang memang Islamnya sangat ketat sehingga dididik orang tua dengan cara yang sangat ketat juga," ungkapnya.

"Setelah masuk ke Akademi Militer, saya tergabung dalam istilahnya itu adalah kelompok taruna yang tugas membina taruna-taruna Islam lainnya agar menjadi lebih baik," lanjutnya.

Dia menyatakan kerap mengajar baca Alquran, berdakwah sampai dengan mengajarkan salat. Pasalnya pada eranya, hampir setengah taruna tersebut tidak mengetahui pengetahuan keagamaan.

"Kami ajarkan dan tentu saja kalau saya mengajarkannya tingkat tingkat yang sangat bawah. Kalau soal tingkat lanjutan kan tajwid saya juga kan nggak baik. Kalau masih mengajar untuk bisa bagaimana membaca Alquran itu kami lakukan," jelasnya.

Atas dasar itu, Razi menyatakan, dirinya selalu diminta untuk mengisi khotbah di masjid-masjid yang berada di sekitaran Samarinda. Meskipun dia memahami, pengetahuannya mengenai keagamaan juga cukup terbatas.

"Dimanapun saya berada saat itu pasti saya sudah punya jadwal khotbah di masjid masjid, meskipun pembahasan ayat-ayat saya tidak banyak," tuturnya.(*)
Bagikan:

Komentar

<---PASNG IKLAN--->
<---PASANG IKLAN--->