|
Menu Close Menu

Buka Konfrensi Musik Indonesia, Ridwan Kamil Bangga Jabar Punya Perda Ekonomi Kreatif

Minggu, 24 November 2019 | 08.18 WIB

inijabar.com, Kabupaten Bandung- Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyatakan komitmennya terhadap perkembangan ekonomi kreatif. Hal itu dikatakan saat membuka Konferensi Musik Indonesia (KAMI) ke-2 Tahun 2019 di Gedung Budaya Sabilulungan, Kabupaten Bandung, Sabtu (23/11/2019).

"Kami bersama Pak Bupati membuka Koferensi Musik Indonesia yang kedua, sebagai bentuk komitmen dan dukungan bahwa ekonomi kreatif melalui musik ini begitu luar biasa dan suatu hari harus mendunia," kata Ridwan Kamil.

"Dan kami tunggu hasil konferensi. Nanti poin-poinnya kami terjemahkan dalam kebijakan," tambahnya.

Ridwan Kamil menjelaskan,  musik memiliki fungsi yang beragam. Selain sebagai ekspresi kreativitas dan kebahagiaan, juga bisa menjadi alat pemersatu dan perdamaian.

Pria yang akrab disapa kang Emil ini menambahkan, pihaknya konsisten dalam pengembangan industri musik. Hal itu tertera dalam Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Jawa Barat Nomor: 15/2017 tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif dan Perda Provinsi Jawa Barat Nomor: 10/2018 tentang Pengelolaan Kekayaan Intelektual.

"Curhatan dari para pemusik sering kali eksistensi, kesejahteraan, eksistensi dukungan masih kurang," kata Emil.

Pemprov Jabar, kata dia, juga bakal membangun pusat kreatif di 27 kabupaten/kota. Nantinya, di dalam pusat kreatif tersebut, akan ada fasilitas bermusik. 

"Nah, kalau di Jawa Barat saya laporkan mudah-mudahan bisa menjadi contoh bagi daerah lain, kita sudah punya Perda Ekonomi Kreatif yang didalamnya mendukung keberadaan musik. Kita juga sedang membangun creative center yang di dalamnya ada fasilitas bermusik, dan lain-lain," imbuhnya.

Jika semua pemerintah daerah di Indonesia, kata Emil, mendukung pengembangan musik dan ekonomi kreatif secara konkret, maka industri musik akan berdampak besar terhadap perekonomian masyarakat.

"Kita juga melakukan diplomasi, setiap tahun mengirim satu set angklung ke kedutaan besar-kedutaan besar sebagai bentuk dukungan agar musik Indonesia minimal angklung dulu menjadi alat branding luar biasa," ungkapnya.

Musik sendiri merupakan satu dari 16 subsektor ekonomi kreatif yang menjadi prioritas dan potensial untuk dikembangkan di Jabar, sehingga musik dapat dijadikan sebagai lokomotif baru perekonomian Jabar.

Karena musik dan ekonomi kreatif erat kaitannya dengan sektor budaya dan pariwisata. Ekonomi kreatif mampu memberikan kontribusi secara signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Pada 2015, sektor tersebut menyumbangkan Rp 852triliun terhadap PDB Nasional (7,38 persen), menyerap 15,9 juta tenaga kerja (13,90 persen), dan nilai ekspor mencapai 19,4 miliar dollar AS (12,88 persen).

Berdasarkan Survei Khusus Ekonomi Kreatif, peningkatan kontribusi ekonomi kreatif yang signifikan terhadap perekonomian nasional dari 2010-2015, yaitu sebesar 10,14 persen per tahun.

Selain itu, musik merupakan satu dari empat subsektor ekonomi kreatif yang pertumbuhannya sangat pesat. Empat subsector tersebut, yaitu Desain Komunikasi Visual 10,28 persen, Musik 7,28 persen, Animasi Video 6,68 persen, dan Arsitektur 6,62 persen.(*)
Bagikan:

Komentar

<---PASNG IKLAN--->
<---PASANG IKLAN--->