|
Menu Close Menu

Dinilai Kondusif Oleh DPRD, RWP Pasar Kranji Desak Untuk Segera Revitalisasi

Kamis, 16 Januari 2020 | 14.09 WIB
Ketua RWP Pasar Kranji Baru Ahmad Zawahir didampingi Bendahara RWP Sri Mulyono dan Ketua Koppas Kranji Aminudin.
inijabar.com, Kota Bekasi- Ketua Rukun Warga Pasar (RWP) Kranji Baru, Ahmad Zawahir mengaku senang dengan pertemuan pedagang pasar bersama DPRD Kota Bekasi dan jajaran Pemerintah Kota Bekasi seperti Sekda dan Dinas Perindag di gedung DPRD Kota Bekasi. Rabu (15/1/2020).

Pasalnya, kata dia, dari 4 pasar yang rencana direvitalisasi hanya Pasar Kranji Baru yang dianggap kondusif. Dan diinstruksikan oleh forum tersebut untuk segera dilakukan revitalisasi.

"Iya awalnya juga di Pasar Kranji ada dinamika soal rencana revitalisasi. Namun kami mampu bekerjasana dengan semua staikholder agar kondusif,"ujarnya pada media. Kamis (16/1/2020).

Di Pasar Kranji Baru ada kurang lebih 1500 pedagang dengan pagu proyek revitalisasi sebesar Rp145 milyar yang dikelola oleh Pt.Anisa Bintang Blitar.

Zawahir meminta Pasar Kranji untuk segera direvitalisasi karena sudah kondisi di dalam pasar lebih dari 35 persen pedagang sudah meninggalkan kios nya dan dibiarkan kosong. 

"Karena menurunnya konsumen berbelanja di pasar ini makanya 35 persen pedagang eksisting yang di dalam sudah mengosongkan kios. Jam sebelas siang aja konsumen males masuk ke dalam pasar karena kumuh dan kios banyak yang kosong,"ucapnya.

Sementara itu, Bendahara RWP Sri Mulyono menjelaskan, revitalisasi dibutuhkan karena masa hak pakai kios sudah habis dan mendengar akan direvitalisasi pedagang senang.

"Sejak 2018 kami sosialisasikan rencana revitalisasi pasar ini. Dan pada tanggal 25 Februari 2019 kita adakan rapat sosialisasi dengan perwakilan pedagang masing-masing jenis usahanya. Hasilnya kami mendapatkan SK untuk merumuskan harga kios,"bebernya. 

Awalnya pihaknya menentang wacana kalau untuk kios diundi. Dia menegaskan, tidak boleh diundi karena akan menimbulkan gejolak.

"Jadi pedagang sebelumnya di depan akan tetap dapat didepan begitupun pedagang yang dibelakang,"tandasnya.

Senada dikatakan, Ketua Koperasi Pedagang Pasar Kranji (Koppas), Aminudin juga menginginkan adanya perubahan di pasar agar lebih tertib dan nyaman bagi pedagang. 

"Koppas Kranji berperan memfasilitasi kerjasama dengan pihak PT.Anisa Bintang Blitar dalam mengakomodir harga kios untuk 200 pedagang kaki lima (PKL) agar mereka bisa memiliki kios kedepanya. Dan setelah direvitalisasi tidak ada lagi PKL,"pungkasnya.(yd/*)
Bagikan:

Komentar