|
Menu Close Menu

Banyak Problem di Sekolah, DP Tuding Komite Sekolah Tak Perjuangkan Aspirasi Ortu Siswa

Rabu, 12 Februari 2020 | 14.28 WIB

inijabar.com, Kota Bekasi - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Mitra Karya (UMIKA) dan STIE Tri Buana Kota Bekasi melaksanakan panel diskusi terbatas. Dengan Thema “Problematika Pendidikan Yang Ada di Kota Bekasi”.

Kegiatan panel diskusi yang berlangsung di Pendopo Kampus Universitas Mitra Karya dan STIE Tri Buana di Jalan Raya Joyo Martono, Margahayu, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Rabu (12/2/2020) pagi ini. 

Kegiatan panel diskusi tersebut menghadirkan Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Dewan Pendidikan Kota Bekasi, Komisi 4 DPRD yang menangani pendidikan, Pakar Pendidikan dan Perwakilan BEM dari berbagai kampus di Bekasi.

Ketua BEM UMIKA Yusril mengatakan tujuan dari diskusi tersebut Untuk Membahas berbagai problematika pendidikan di Kota Bekasi. Pasalnya menurutnya pendidikan di bekasi kondisinya sangat memprihatinkan. 

"Tentang sunting clas di level SD, SMP, SMA/SMK negeri dan swasta sebagai arena pungli dan korupsi yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab, sebagai persiapan gunung es dan salah satunya diduga terjadi di SMP Negeri 1 Kota Bekasi," ungkapnya.

Pada diskusi pendidikan ini yang moderator panel diskusi Waryo yang juga mantan Ketua PMII Bekasi membongkar dugaan dunia Pendidikan yang saat ini sebagai ladang pungli dan korupsi di dunia Pendidikan.

"Tentang edaran tentang penguatan kepala sekolah oleh asosiasi perguruan swasta yang memungut biaya sampai dengan Rp15 juta," jelasnya.

"Tentang PPDB online saja dan sistem zonasi yang diduga disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab," tegasnya.


Sementara itu, Pengurus Dewan Pendidikan Kota Bekasi Andi Sopandi menjelaskan, seharusnya setiap kegiatan sekolah seperti study tour, outing class, dilakukan secara transparan dan melibatkan orang tua siswa.

"Mekanisme study tour seperti outing class arus dilakukan secara transparan dan melibatkan orang tua siswa. Komite Sekolah harus berpihak kepada orang tua murid sehingga tercapai kesepakatan menyeluruh tidak sepihak,"tandas Andi.(mam)




Bagikan:

Komentar