|
Menu Close Menu

Keseruan Gubernur Jabar Tanam Jahe Merah di Subang 

Rabu, 19 Februari 2020 | 17.40 WIB

inijabar.com, Subang - Gubernur Jabar Ridwan Kamil didampingi Bupati Subang, Rabu pagi(19/2/2020) melakukan penanaman Jahe Merah di lahan seluas 100 Hektar di kawasan Desa Manyingsal Kecamatan Cipunagara Kab.Subang.

Penanaman Jahe Merah tersebut merupakan program sinergitas Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jawa Barat (Jabar), Bank BJB dan Agro Jabar.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil sangat mengapresiasi langkah BJB dan Agro Jabar yang memiliki inisiatif membangkitkan kembali kejayaan rempah nusantara, apalagi Jahe Merah sebagai komoditas bernilai ekonomi baik untuk konsumsi lokal maupun ekspor.

Menurut Emil, Penanaman Jahe Merah seluas 100 Hektar ini dibiayai oleh Bank BJB senilai Rp13 miliar.

“Selain dibiayai oleh Bank BJB, yang menarik adalah sudah ada pembelinya yang siap. Ini sebenarnya yang harus dikembangkan, yaitu sebuah pertanian dengan sistem ekonominya sudah siap atau off taker,” ucapnya.

Dalam sambutannya, Kang Emil juga menginstruksikan OPD terkait untuk mendata dan meningkatkan produksi produk-produk pertanian yang ramai di pasaran.

Dia pun meminta Agro Jabar untuk proaktif mencari lahan di kabupaten/kota di Jabar guna mengembangkan produk-produk tersebut.

“Jadi, saya perintahkan Agro Jabar untuk keliling Jawa Barat melihat tanah-tanah kosong. Tanah-tanah kosong ini ada karena pemilik lahan bingung mau menanam apa, takut tidak laku karena tidak ada pengetahuan tentang pasar,” imbuhnya.

Direktur Consumer dan Retail bank BJB Suartini menyebut upaya kolaborasi tersebut sebagai komitmen BJB dalam mendukung program dan pembangunan ekonomi di Jabar. Dalam acara tersebut, dilakukan penandatanganan kerja sama antara bank BJB dan Agro Jabar tentang pemberian fasilitas kredit untuk budi daya jahe dan kentang. 

“Bank BJB senantiasa mendukung kegiatan usaha yang memiliki fundamental keuangan usaha yang cukup baik, sebagaimana dimiliki PT Agro Jabar. Maka penandatanganan kerja sama ini salah satu bentuk realisasi BUMD di Jawa Barat,” ungkap Suartini.

Sementara itu, Direktur Utama PT Agro Jabar (Perseroda) Kurnia Fajar menilai tanaman jahe sebagai salah satu rempah Nusantara diminati bangsa Eropa. Nantinya, jahe yang ditanam di Subang akan diekspor ke Eropa dan Korea Selatan.

“Kenapa jahe? Karena Jawa Barat memiliki agroklimat yang cocok dan sejarah sudah membuktikan bahwa rempah-rempah Nusantara dari lima besar rempah Nusantara yang dicari bangsa Eropa salah satunya jahe,” kata Kurnia.

“Jadi, barang kali inilah saat yang tepat untuk mengembalikan kejayaan rempah-rempah Nusantara, khususnya Jawa Barat,” imbuhnya. 

Penanaman jahe melalui kerja sama dengan bank BJB ini, kata Kurnia, sebagai bagian dari pelaksanaan RKAP 2020 dan untuk memenuhi kontrak-kontrak kerja sama dengan beberapa perusahaan yang membutuhkan komoditas jahe sebagai bahan baku industrinya.(NA) 
Bagikan:

Komentar

<---PASANG IKLAN--->