![]() |
| Muscab DPC PKB Kota Bekasi |
inijabar.com, Kota Bekasi - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Bekasi, menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) 2026 di Hotel Aston Bekasi, Sabtu (4/4/2026). Agenda besar ini menjadi sorotan, lantaran jalannya rapat pleno dilakukan secara tertutup.
Di acara pembukaan Muscab kali ini juga tidak nampak kehadiran dari Pemerintah Kota Bekasi dan undangan partai politik lain.
Muscab PKB Kota Bekasi ini menjadi momentum krusial bagi partai berlambang bola dunia tersebut, untuk menentukan nakhoda baru yang akan memimpin struktur organisasi di tingkat Kota Bekasi dalam periode mendatang.
Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa proses pengambilan keputusan di dalam ruang rapat pleno berlangsung dinamis, namun tertutup untuk umum guna menjaga kondusivitas serta kerahasiaan jalannya musyawarah mufakat.
Sidang kepemimpinan Muscab ini dipimpin langsung oleh jajaran elit partai dari tingkat pusat dan wilayah. Bertindak sebagai Ketua Sidang adalah perwakilan dari DPP PKB, Irmawan, didampingi oleh Sekretaris Sidang dari DPW PKB Jawa Barat, Muhamad Rochadi. Selain itu, hadir pula Humaira Zahrotun Noor sebagai pendamping sidang yang juga merupakan perwakilan dari DPP PKB.
Terdapat tiga nama kader internal yang mencuat dan bersaing ketat untuk memperebutkan kursi Ketua DPC PKB Kota Bekasi. Ketiganya adalah Rizki Topananda, Alit Jamaludin, dan Beni Surya.
Ketiga kandidat tersebut dikenal memiliki rekam jejak yang solid di internal partai. Kehadiran figur-figur ini dinilai bakal membawa warna baru bagi arah kebijakan politik PKB di Kota Patriot, terutama dalam menyongsong kontestasi politik di masa depan.
Meski proses sidang sudah berlangsung sejak pagi, hasil akhir mengenai siapa yang terpilih untuk memimpin DPC PKB Kota Bekasi masih belum diketahui, karena masih harus melalui proses fit and proper test terlebih dahulu.
Ratusan peserta Muscab dan simpatisan yang hadir di area hotel berharap, Muscab kalo inimampu menghasilkan kepemimpinan yang solid dan mampu memperkuat basis massa PKB di wilayah Jawa Barat, khususnya di Kota Bekasi. (Pandu)




