Catat, Ini Daftar 41 Sekolah Maung di Jabar

Redaktur author photo
SMAN 5 Bandung salah satu Sekolah Maung

inijabar.com, Kota Bandung- Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai serius menjalankan program transformasi pendidikan bertajuk “Sekolah Maung” yang digagas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Sebanyak 41 SMA dan SMK negeri di berbagai daerah kini dipersiapkan menjadi sekolah unggulan dengan sistem pembelajaran dan pola seleksi berbeda dibanding sekolah reguler pada umumnya. Bahkan, nama resmi sekolah-sekolah tersebut bakal diusulkan berubah menjadi “Sekolah Maung” kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Purwanto, menegaskan perubahan identitas sekolah masih menunggu persetujuan pemerintah pusat.

“Iya nanti kita akan usulkan ke kementerian. Kalau diizinkan kementerian akan melakukan itu,” ujar Purwanto.

Bukan Bangun Sekolah Baru, Tapi Ubah Sekolah Favorit Jadi Super Unggulan

Program Sekolah Maung bukan proyek pembangunan sekolah baru. Pemprov Jabar memilih menaikkan level sekolah negeri unggulan yang sudah ada menjadi pusat talenta akademik dan non-akademik.

Konsep ini dinilai menjadi perubahan besar dalam sistem pendidikan Jawa Barat karena untuk pertama kalinya sekolah negeri akan membuka jalur prestasi lebih luas, tidak hanya nilai akademik.

Menurut Dedi Mulyadi, siswa berbakat di bidang olahraga, seni, industri kreatif, hingga kemampuan non-formal lain akan mendapat ruang lebih besar masuk sekolah unggulan.

“Bukan hanya yang akademiknya baik, tetapi yang berprestasi di bidang olahraga, seni, industri kreatif tetap sekolah di situ,” kata Dedi.

Model tersebut membuat Sekolah Maung diproyeksikan menjadi “mini boarding talent school” versi Jawa Barat yang fokus mencetak lulusan kompetitif di banyak bidang.

Sistem SPMB Akan Berubah Total

Kehadiran Sekolah Maung diperkirakan bakal mengubah pola persaingan dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027.

Jika selama ini sekolah favorit identik dengan nilai rapor dan akademik tinggi, kini siswa berprestasi non-akademik berpeluang lebih besar masuk sekolah elite negeri.

Hal ini sekaligus menjadi sinyal bahwa Pemprov Jabar mulai menggeser paradigma pendidikan:

- Tidak hanya mengejar ranking akademik

- Memberi ruang besar bagi talenta kreatif

- Mengakomodasi siswa atlet dan seniman muda

- Menyiapkan lulusan siap industri kreatif dan ekonomi modern

Namun di sisi lain, kebijakan tersebut juga mulai memunculkan pertanyaan publik:

Apakah sekolah lain akan tertinggal?

Apakah Sekolah Maung akan menciptakan kasta baru sekolah negeri?

Bagaimana pemerataan kualitas pendidikan di luar sekolah unggulan?

Daftar Sekolah Maung Berpotensi Jadi Sekolah Paling Diburu di Jabar

Beberapa sekolah yang masuk program ini selama ini memang dikenal sebagai sekolah favorit dengan tingkat persaingan tinggi.

Di antaranya:

SMA Negeri 3 Kota Bandung

SMA Negeri 1 Kota Bekasi

SMA Negeri 1 Depok

SMA Negeri 1 Kota Bogor

SMK Negeri 1 Cibadak

SMK Negeri 1 Katapang

Dengan label baru sebagai Sekolah Maung, persaingan masuk sekolah-sekolah tersebut diperkirakan akan semakin ketat pada tahun ajaran mendatang.

Ada Nuansa Branding Politik?

Nama “Maung” yang identik dengan simbol khas Jawa Barat juga mulai memunculkan diskusi di publik. Sebagian menilai program ini merupakan langkah branding identitas pendidikan khas Jawa Barat di era kepemimpinan Dedi Mulyadi.

Namun sebagian lain mempertanyakan urgensi pergantian nama sekolah negeri yang sudah memiliki reputasi kuat puluhan tahun.

Terlebih, perubahan nama sekolah memerlukan penyesuaian administrasi panjang seperti, legalitas ijazah, identitas alumni, sistem data pendidikan nasional, hingga branding sekolah lama yang sudah dikenal masyarakat.

Berikut daftar 41 SMA dan SMK yang akan bertransformasi menjadi Sekolah Maung mulai tahun ajaran 2026/2027:Daftar SMAN Maung

  1. SMA Negeri 2 Cibinong, Kabupaten Bogor
  2. SMA Negeri 1 Bogor, Kota Bogor
  3. SMA Negeri 1 Depok, Kota Depok
  4. SMA Negeri 1 Bekasi, Kota Bekasi
  5. SMA Negeri 1 Sukatani, Kabupaten Bekasi
  6. SMA Negeri 1 Subang, Kabupaten Subang
  7. SMA Negeri 1 Purwakarta, Kabupaten Purwakarta
  8. SMA Negeri 5 Karawang, Kabupaten Karawang
  9. SMA Negeri 2 Kota Sukabumi, Kota Sukabumi
  10. SMA Negeri 1 Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi
  11. SMA Negeri 1 Cisarua, Kabupaten Bandung Barat
  12. SMA Negeri 1 Cianjur, Kabupaten Cianjur
  13. SMA Negeri 3 Bandung, Kota Bandung
  14. SMA Negeri 5 Bandung, Kota Bandung
  15. SMA Negeri 3 Cimahi, Kota Cimahi
  16. SMA Negeri 1 Soreang, Kabupaten Bandung
  17. SMA Negeri 1 Sumedang, Kabupaten Sumedang
  18. SMA Negeri 1 Majalengka, Kabupaten Majalengka
  19. SMA Negeri 1 Sindang, Kabupaten Indramayu
  20. SMA Negeri 2 Cirebon, Kota Cirebon
  21. SMA Negeri 1 Palimanan, Kabupaten Cirebon
  22. SMA Negeri 2 Kuningan, Kabupaten Kuningan
  23. SMA Negeri 6 Garut, Kabupaten Garut
  24. SMA Negeri 1 Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya
  25. SMA Negeri 1 Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya
  26. SMA Negeri 1 Ciamis, Kabupaten Ciamis
  27. SMA Negeri 1 Banjar, Kota Banjar
  28. SMA Negeri 1 Parigi, Kabupaten Pangandaran.

Daftar SMKN Maung

  1. SMK Negeri 1 Cibinong, Kabupaten Bogor
  2. SMK Negeri 3 Bogor, Kota Bogor
  3. SMK Negeri 2 Bekasi, Kota Bekasi
  4. SMK Negeri Manusia Unggul (MAUNG), Kabupaten Purwakarta
  5. SMK Negeri 1 Cibadak, Kabupaten Sukabumi
  6. SMK Negeri 1 Pacet, Kabupaten Cianjur
  7. SMK Negeri 1 Cimahi, Kota Cimahi
  8. SMK Negeri 1 Katapang, Kabupaten Bandung
  9. SMK Negeri 1 Majalengka, Kabupaten Majalengka
  10. SMK Negeri 1 Mundu, Kabupaten Cirebon
  11. SMK Negeri 1 Garut, Kabupaten Garut
  12. SMK Negeri 2 Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya
  13. SMK Negeri 1 Pangandaran, Kabupaten Pangandaran.

Sekolah Maung Bisa Jadi Revolusi Pendidikan atau Sekadar Ganti Nama?

Program Sekolah Maung kini menjadi salah satu kebijakan pendidikan paling ambisius di Jawa Barat tahun 2026.

Jika berhasil, model ini bisa menjadi contoh nasional dalam pengembangan sekolah berbasis talenta multidisiplin.

Namun bila tidak diiringi pemerataan kualitas pendidikan, Sekolah Maung juga berisiko memperlebar jurang antara sekolah unggulan dan sekolah biasa di Jawa Barat.(*)

Share:
Komentar

Berita Terkini