|
Menu Close Menu

Santri Ponpes Darul Falah Cisalak Subang Bikin Masker Sendiri 

Sabtu, 07 Maret 2020 | 14.26 WIB

inijabar.com, Subang- Santri pondok pesantren Darul Falah desa Cimanggu kecamatan Cisalak kabupaten Subang yang telah mengikuti pelatihan menjahit angkatan pertama saat ini merasa senang karena bisa membuat masker kesehatan sendiri.

Yang dilakukan Meisya dan kawan-kawan ketika stok masker karena Apakah penyakit korona yang juga saat ini menerjang Indonesia membuat masker untuk para santri Satu Pondok.

Menurutnya harga masker yang mahal serta sulitnya barang tersebut membuat dia dan kawan-kawan mengusulkan kepada pimpinan pesantren untuk membuat masker sendiri di Balai Latihan Kerja (BLK) komunitas yang ada di Ponpes Darul Falah.

"Isu penyakit korona dan harga masker yang mahal dari sebelumnya dan kami juga ingin para santri terlindung dari penyakit dan debu juga maka kami membuat ini dari kain-kain yang ada nantinya dibagi kepada para santri secara gratis," ungkap santri asal Lembang KBB, Sabtu (7/03/2020).

Salah satu santri lainnya Sulis asal Jakarta mengungkapkan,  masker yang dibuatnya itu memang bukan standar seperti yang dijual tetapi bisa digunakan untuk menghindarkan debu.

"Antisipasi saja hanya Corona tapi penyakit lain seperti batuk influenza yang bisa menular, Kami senang saja membuat ini sambil mengingat kembali pelajaran yang dulu pernah didapat ketika pelatihan angkatan pertama di BLK Darul Falah ini, ilmunya sangat bermanfaat Alhamdulillah," ungkapnya.

Terpisah, Pimpinan Ponpes Darul Falah Ustadz Ridwan Hartiwan mengakui jika para santrinya membuat masker di BLK yang dipimpinnya, selain dalam rangka mengulang keterampilan juga menjaga performa mesin jahit agar terjaga walaupun belum ada pelatihan angkatan ke-2.

"Karena kebetulan pelatihan angkatan kedua belum ada petunjuk dari Kementerian tenaga kerja, mereka para santri yang pernah ikut pelatihan menjahit berkompetensi angkatan pertama minta izin agar dapat membuat masker untuk semua Santri di pondok ini, saya izinkan karena hal ini positif," katanya. 

Menurut Ridwan pihaknya merasa bangga ada keinginan para santri membuat masker di pondok nya sendiri untuk antisipasi penyakit menular bukan hanya karena isu penyakit korona.

"Walaupun hanya sekedar masker, dengan adanya BLK para santri jadi terlatih dan memiliki kemampuan yang baik, kita akan membuat masker yang memiliki standar kesehatan yang dijual untuk kalangan terbatas di pondok setelah para santri mengikuti pelatihan menjahit di rumah produksi sendiri," pungkasnya. (AN)
Bagikan:

Komentar

<---PASANG IKLAN--->