|
Menu Close Menu

Plt Bupati Indramayu Lakukan Diskresi Izinkan Petani Panen Raya

Selasa, 05 Mei 2020 | 20.33 WIB
Rapat jajaran Pemkab Indramayu  pembahasan persiapan PSBB serentak se Jabar Rabu (6/5/2020).
inijabar.com,Indramayu– Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Indramayu siap untuk melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai tanggal 6 – 19 Mei 2020.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Indramayu, Taufik Hidayat dalam Rakor persiapan pelaksanaan PSBB menjelaskan, Kabupaten Indramayu termasuk daerah yang mendapatakan keputusan untuk melaksanakan PSBB secara serentak yang dimulai pada tanggal 6-19 Mei 2020 mendatang.

PSBB serempak, selain merupakan program dari Provinsi Jawa Barat juga karena didasari fakta bahwa penyebaran ODP, PDP, dan terkonfirmasi positif di Kabupaten Indramayu setiap hari grafiknya terus meningkat.

Taufik menambahkan, untuk mempersiapkan PSBB tersebut, sekarang tengah disiapkan berbagai regulasi mulai dari Keputusan Bupati, Peraturan Bupati hingga pendukung lainnya.

Kemudian berbagai sosialisasi terus dilakukan hingga dengan jaring pengaman sosial untuk mengantisipasi dampak dari PSBB itu.

Dalam PSBB nanti, mengacu pada Permenkes Nomor 9 tahun 2020 tentang pedoman PSBB maka kegiatan yang dibatasi yakni pembatasan pembelajaran sekolah dan instansi pendidikan, pembatasan aktivitas bekerja di tempat kerja, pembatasan kegiatan di tempat atau fasilitas umum, pembatasan kegiatan keagamaan, pembatasan kegiatan sosial dan budaya, dan pembatasan pergerakan orang dan barang dalam mengunakan moda transportasi.

Taufik menambahkan, untuk toko supermarekt waktu operasional dimulai jam 09.00 -18.00, mini market jam 08.00 – 18.00, dan pasar tradisional jam 00.00 – 16.00. 

Sementara itu, terkait dengan panen raya yang tengah berlangsung saat ini di wilayah Kabupaten Indramayu, pihaknya memberikan diskresi terhadap para petani yang tengah melaksanakan panen raya.

Selain petani juga nelayan yang akan datang dan pergi melaut masuk sektor yang dikecualikan.

“Petani dan nelayan kita lakukan diskresi karena mereka memproduksi yang bisa dijadikan sebagai sumber ketahanan pangan bagi kita,” kata Taufik.

Selain itu, dalam pelaksanaan PSBB di Kabupaten Indramayu sudah disiapkan sedikitnya 16 Pos Chek Point untuk melakukan penyekatan di wilayah-wilayah yang berbatasan dengan kabupaten lain yang akan dijaga oleh tim gabungan TNI, Polri, Dishub, Pol PP, dan unsur lainnya.

Sebagai antisipasi terhadap Jaring Pengaman Sosial (JPS) pihaknya juga telah menyiapkan berbagai program mulai dari bantuan pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten. Serta beberapa bantuan sektoral yang terdampak seperti peternakan, perikanan, dan lainnya.(Sai)
Bagikan:

Komentar