Wakil Ketua Advokasi DPP Golkar Heran Andy Salim Juga Mantan Pengurus Partai Sampai Marah Seperti Itu inijabar.com
|
Menu Close Menu

Wakil Ketua Advokasi DPP Golkar Heran Andy Salim Juga Mantan Pengurus Partai Sampai Marah Seperti Itu

Selasa, 07 Juli 2020 | 17.10 WIB
Andy Salim sosok yang tiba-tiba jadi populer di Kota Bekasi.
inijabar.com, Jakarta- Keributan di Kantor Golkar Kota Bekasi saat Andy Salim yang mengaku sebagai pembeli kantor yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani Margajaya, Bekasi Selatan tersebut dengan emosi tinggi mengungkapkan persoalan kronologis kantor tersebut. 

Hal tersebut menuai tanggapan dari Wakil Ketua Advokasi DPP Partai Golkar Muslim Jaya Butarbutar. Menurut dia, setelah melihat video kejadian tersebut membuat malu partai berlambang pohon beringin tersebut.

Soal pelaporan Andy Salim ke Mabes Polri, Muslim menilai itu masalah pidana antara Andy Salim dan Rahmat Effendi Cs. 

"Saya Wakil Ketua Advokasi DPP Golkar melihat kasus ini murni masalah pidana antara pelapor andy salim dan yang dilaporkan yakni Rahmat Efendi cs,"ucapnya. Selasa (7/7/2020). 

Sekali lagi, kata dia, laporan pidana tersebut masih dugaan melakukan tindak pidana penipuan, penggelapan memberikan keterangab palsu dalam akta,"tandasnya.

"Saya sangat menyayangkan kejadian ini yang kalau melihat apa yang disampaikan Andy Salim, dia sudah berjuang 16 tahun. Kenapa ini dibiarkan menjadi bola liar? Tidak bagus dikonsumsi publik kota Bekasi apalagi sekelas Rahmat Effendi yang juga sebagai Walikota Bekasi kenapa ini bisa terjadi?,"sambungnya. 

Muslim mengungkapkan, Andy Salim seingat dia juga pernah jadi kader dan pengurus Golkar. 

"Ada apa begitu marahnya Andy Salim sampai ribut. Setahu saya Andy Salim juga kader Golkar yang dulu Bendahara DPD Golkar kota Bekasi. Makanya saya heran kenapa Andy Salim.begitu marah sama Rahmat Effendi sampai lapor polisi segala,"tanyanya heran. 

"Saya berharap Rahmat Effendi bisa menyelesaikan secara musyawarah mufakat jangan biarkan persoalan ini menjadi bola liar apalagi Golkar kota Bekasi mau Musda bulan Agustus 2020 bulan depan,"harap Muslim. 

"Jika sampai 16 tahun persoalan tidak selesai secara musyawarah tentu itu menjadi pertanyaan kita semua?. Saya memahami kemarahan Andy Salim sebagai wujud memperjuangkan keadilan dan kebenaran yang dia harus bertahan sampai 16 tahun ini luar biasa,"tuturnya.

"Saran saya kalau bisa duduk bareng antara Rahmat Effendi dan Andy Salim untuk bisa selesaikan secara musyawarah mufakat jangan biarkan ini menjadi konsumsi publik dan merugikan Golkar kedepan,"pungkasnya.(*)
Bagikan:

Komentar