Tradisi Memayu Buyut Gamel Digelar Bentuk Rasa Syukur inijabar.com
|
Menu Close Menu

Tradisi Memayu Buyut Gamel Digelar Bentuk Rasa Syukur

Sabtu, 21 November 2020 | 21.21 WIB




inijabar.com, Kabupaten Cirebon- Tradisi memayu bale panjang adalah mengganti atap (welit) yang terbuat dari alang-alang sebagai genteng. Sebagai tanda akhir musim kemarau dan datangnya musim penghujan. Meski di tengah pandemi corona tradisi ini terus dilestarikan setiap tahun oleh Desa Gamel dan Sarabau.



Lebeh Gamel, Markafi mengatakan, bale panjang ini dulunya tempat ngaji para ulama zaman dulu, bale panjang ini adalah tempat pertemuan atau musyawarah para ki gede-ki gede.


"Bale panjang ini saling berkaitan dengan masjid Gamel, tempat musyawarah atau pertemuan di bale panjang dan pedukuhannya ada di Dukuh Maja," ucap Lebeh Gamel, Sabtu (21/11/2020).


Menurut, Lebeh Gamel, bale panjang ini peninggalan Buyut Gamel bahkan para wali seperti Sunan Gunung Jati dan Mbah Kuwu Cirebon sering melakukan musyawarah atau pertemuan di bale panjang ini.


"Soko bebed, tiang yang di bengket itu adalah soko kalimat sahadat artinya dua kalimat sahadat kenapa dibebed itu bukan untuk kemusrikan itu perlambangan bahwa sahadat itu manusia harus diikat terus sampai mati. Kalau sako bebed itu dibuka ada tulisan arab sahadat tauhid dan sahadat rasul," paparnya.


"Sako itu kainnya tidak pernah dibuka dan terus ditambahi- tambahi, istilah zaman sekarang sako dempet itu sako loro (dua) sahadat loro yang harus di pegang sampai mati buat anak cucu," tandasnya.


Kata Lebeh juga, ada kesenian tradisional di Sarabau dan Gamel ini seperti brahi dan tabu renteng (gong renteng) langsung dibunyiin malam jumat ini.


Sementara itu, Kuwu Sarabau Ahmad Dandon menyampaikan, memayu Buyut Gamel merupakan agenda lokal tiap tahun yang harus dilestarikan dan masuk anggaran desa yang di musdeskan.


"Terlebih adat budaya warga setempat ini sudah menjadi salah satu destinasi wisata, jadi pada intinya kita mengadakan ini acara seperti ini kebersamaan antara warga Desa Sarabau dan Gamel, satu paguyuban warga Sarabau dan Gamel. Tujuan utama dari acara memayu ini pada awalnya sebagai penyebaran agama Islam," ujarnya.


Situs-situs di Sarabau seperti Masjid Gamel, Padepokan Buyut Gamel, Padepokan Damar Wulan," ungkap Kuwu Sarabau. (Fii)

Bagikan:

Komentar