57 Atlet Disabilitas Ikuti Kejuaraan Menembak NPCI Depok Cup

Redaktur author photo
Para atlit menembak peserta NPCI Depok Cup 2025

inijabar.com, Depok – Sebanyak 57 atlet penyandang disabilitas mengikuti Kejuaraan Menembak Tingkat Nasional National Paralympic Committe Indonesia (NPCI) Kota Depok Cup 2025 yang bertempat, di Lapangan Tembak Kostrad TNI AD, Cilodong, Kota Depok pada Sabtu (13/9/2025).

“Alhamdulillah pada kali ini kejuaraan menembak NPCI Kota Depok Cup terlaksana, dan tak terlepas juga berkat dukungan Pak Wali Kota melalui Pak Sekda yang benar-benar luar biasa mensupport acara kita. Serta Divisi 1 Kostrad TNI AD juga yang sudah memfasilitasi tempat pertandingan menembak disabilitas ini,” ujar Puji Sumartono Ketua NPCI Kota Depok pada wartawan.

Puji mengungkapkan, peserta yang sudah masuk dalam pendaftaran dan hadir pada kejuaraan menembak ini sebanyak 57 atlet, yang berasal dari berbagai macam daerah seperti Jawa Barat, DKI Jakarta, Solo hingga Kalimantan.

“Yang sudah masuk dan mendaftar ke kita adalah 57 atlet untuk cabor menembak disabilitas se-Indonesia. Ada dari beberapa Kabupaten dan Kota di Jawa Barat, Solo, Pelatnas DKI Jakarta, bahkan Kalimantan kita undang untuk menjadi peserta,” kata Puji.

Adapun kategori yang diikutsertakan pada kejuaraan menembak NPCI Kota Depok Cup kali ini, kata dia, yaitu SA-1 dan SA-2, baik untuk kelas senapan atau pun kelas pistol. Kata Puji, untuk SA-1 dan SA-2 terdapat dua kelas, SA-1 ada kelas tangan dan kelas kaki, sementara SA-2 ada kelas kaki.

“Itu juga masih dibagi lagi ada kategori senapan dan pistol. Dan untuk jarak sendiri di tingkat internasional sampai ke tingkat daerah menembak hanya 10 meter. 10 meter air revolver kelas SA-1, SA-2 masuk kategori kelas pistol dan senapan, jadi 10 meter saja,” jelas Puji.

Sementara untuk wasit, ia mengatakan pihaknya menggunakan wasit dari kerjasama dengan Kostrad TNI AD. Karena sebagian besarnya mereka sudah memiliki lisensi.

“Jadi mereka yang sudah punya kemampuan dan sering melaksanakan kegiatan serupa. Supaya nanti tidak banyak protes dari peserta atlet atau peserta,” ujarnya.

NPCI Pusat sendiri, kata dia hanya memantau dan mengutus para atlet pelatnas untuk mengikuti kejuaraan menembak ini. Karena sebagiannya, atlet pelatnas tengah menjalani sentralisasi di Solo guna persiapan kegiatan ASEAN Para Games Thailand.

Terkait hadiah yang diperebutkan sebagai bentuk apresiasi, pihaknya mempersiapkan sejumlah penghargaan untuk peserta yang berhasil meraih juara. Apresiasi juara 1 sebesar Rp 2.500.000 dan selanjutnya mengikuti juara 2 dan 3, serta pemberian medali dan sertifikat.

“Untuk hadiah sendiri memang ini kategori terbilang paling besar, karena baru Kota Depok yang berani mengadakan kejuaraan seperti ini di Indonesia. Kabupaten dan Kota se Jawa Barat belum ada, baru kali ini ada di Kota Depok,” kata Puji.

Dirinya pun berharap selain kejuaraan ini menjadi uji kemampuan dan mental bagi para atlet disabilitas. Namun dari kegiatan ini dapat menjadi wadah ajang silaturahmi sesama atlet khususnya di cabang olahraga menembak.

“Selain itu untuk persiapan yang harus kita siapkan menghadapi PEPARDA Jabar 2026. Jadi ini menjadi suatu ajang barometer juga bagi atlet di mana atlet selama ini melaksanakan pembinaan, dan di sini mereka menguji kemampuan dan mental bertandingnya agar bisa menjadi terbaik di PEPARDA Jabar 2026 mendatang,“ harapnya.

Bahkan kedepan, pihaknya berharap dengan adanya ajang kejuaraan ini. Dari segi fasilitas NPCI Kota Depok dengan didukung Wali Kota bisa memiliki vanue lapangan tembak maupun perlatan tersendiri.

“Harapannya semua atlet NPCI Kota Depok nanti, mau dari cabor apapun bisa masuk di pelatnas untuk mengikuti kejuaraan yang lebih tinggi lagi yaitu Sea Games ataupun ASEAN Paragames,” pungkas Puji.

Pada kesempatan sama, Pelatih Atlet Nasional NPCI DKI Jakarta, Haris Haryadi menambahkan pihaknya mengapresiasi kepada penyelenggara yaitu NPCI Kota Depok, karena sebelumnya belum pernah ada yang mengadakan ajang kejuaraan menembak seperti ini. Menurutnya, dengan adanya kejuaraan ini akan memunculkan bakat-bakat baru yang akhirnya tercipta kompetitif.

“Dan kami berharap Depok ini memulai, untuk daerah lainnya mengikuti. Kami mengirimkan tiga atlet untuk kejuaraan ini kebetulan dari pelatnas diantaranya dari Kalsel, DKI Jakarta dan Bekasi,” ujar Haris

Ia menilai dari kompetesi ini, pihaknya sekaligus dapat mencari bibit-bibit atlet baru karena tengah menargetkan prestasi untuk persiapan Paralympic 2028 mendatang. Maka, katanya adanya event seperti ini ia bisa mencari bibit-bibit atlet baru yang nantinya akan dibina melalui pelatnas.

“Karena menembak itu memang unik, harus juga memiliki jam terbang tak bisa instan. Minimal kalau baru sudah kelihatan, pistol apapun senapan insya Allah cepat. Tapi kendalanya adalah kita berharap yang muda-muda, kalau terkendala umur pelatnas kan juga dibatasi umurnya,“ kata Haris.

Maka dari itu, pihaknya juga mengharapkan kejuaraan seperti ini lebih banyak menonjolkan kepada peserta atlet-atlet muda.  Dan ke depan kejuaraan menembak bagi atlet penyandang disabitas tersebut juga dapat menjadi agenda rutin tahunan, termasuk yang digelar daerah Kota dan Kabupaten lainnya di tanah air.

“Sehingga jika kejuaraan seperti ini rutin dilakukan insya Allah ke depannya, cabor menembak akan meraih prestasi dan kompetitif,“ tutur Haris. (Risky)

Share:
Komentar

Berita Terkini