Antara Gengsi Event dan Keselamatan Peserta, Tour de Linggarjati Catat 63 Insiden

Redaktur author photo
Aktifis PMII Rizal Nurfahrozhy

inijabar.com, Kuningan – Tour de Linggarjati telah selesai digelar tahun ini dan berhasil menunjukkan kelasnya sebagai event balap sepeda bergengsi di Kabupaten Kuningan. 

Ratusan peserta dari berbagai daerah ikut ambil bagian, menantang rute yang dikenal menantang dengan dukungan penuh panitia serta tim medis di sepanjang jalur.

Namun di balik euforia tersebut, catatan 63 insiden dalam dua hari pelaksanaan menimbulkan perhatian serius. Meski sebagian besar insiden tergolong ringan, jumlah tersebut tetap menjadi alarm penting terkait aspek keselamatan peserta.

Sejumlah faktor menjadi penyebab insiden, mulai dari tikungan tajam, pengereman mendadak, hingga peserta yang tumbang karena kelelahan. Hal tersebut menunjukkan bahwa mitigasi risiko masih perlu ditingkatkan agar tidak mengulang catatan serupa di tahun mendatang.

Aktifis PMII Kuningan, Rizal Nurfahrozy mensoroti hal tersebut. Menurut dia, event sebesar Tour de Linggarjati harus menjadi kebanggaan daerah sekaligus menunjukkan profesionalisme penyelenggaraan.

"Tour de Linggarjati adalah wajah Kuningan di mata nasional bahkan dunia. Panitia sudah bekerja keras, tapi angka 63 insiden tetap harus menjadi evaluasi bersama. Jangan sampai gengsi event lebih diutamakan dibanding keselamatan peserta,” ujarnya. Rabu (17/9/2025).

Rizal juga menilai, gelaran tersebut minim persiapan, seperti terkait penertiban lalulintas yang kurang jelas, sehingga terjadi kemacetan beberapa menit. Hal tersebut merupakan salah satu bentuk kurang siapnya panitia dalam menyebarkan informasi.

"Sebelum acara harusnya panitia menyampaikan informasi tentang penggunaan jalan atau pengalihan jalan sementara, agar masyarakat tahu jalan mana yang harus di lalui," ungkapnya.

Untuk evaluasi ke depan, kata Rizal, perlu ada perbaikan menyeluruh, mulai dari pemetaan jalur rawan, briefing teknis yang lebih detail sebelum perlombaan, hingga manajemen energi peserta.

“Event olahraga bukan hanya soal meriah, tapi bagaimana memastikan semua peserta bisa pulang dengan selamat. Prestasi tak akan berarti tanpa keselamatan,” tandasnya.Rojik

Share:
Komentar

Berita Terkini