![]() |
| Para tokoh masyarakat dan ulama berpose bersama usai acara Maulid Nabi Muhammad SAW di Rt 03/010 Desa Setia Mekar Tambun Selatan |
inijabar.com, Kabupaten Bekasi- Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Rt 03/010 Desa Setiamekar Kecanatan Tambun Selatan dihadiri ratusan jamaah pada Minggu (14/9/2025) pagi.
Acara tersebut juga diisi dengan santunan yatim piatu secara simbolis diberikan pada 41 anak yatim piatu.
Menurut salah satu penggerak acara Wardi Sugianto, santunan tersebut sebagai rasa syukur dan berbagi kebahagiaan pada sesama.
“Insya Allah, walaupun tidak seberapa nilainya, kami merasa bahagia dan bangga bisa berbagi bersama komunitas kami, keluarga, dan masyarakat sekitar. Kepuasan batin inilah yang nilainya tidak terhingga. Apapun yang saya lakukan di wilayah Setia Mekar ini, tujuannya agar hidup saya bermanfaat untuk orang lain,” ujar pria yang akrab disapa Bang Oji. Minggu (14/9/2025).
Ia juga menekankan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman latar belakang warga Setia Mekar. Menurut Bang Oji, tanpa persatuan, masyarakat mudah terpecah belah.
“Masyarakat Setia Mekar ini ada yang Jawa, ada yang Batak, dan lainnya. Kalau kita tidak bersatu, gampang sekali dipecah belah. Itu yang tidak kita inginkan. Warga harus solid, bersatu, dan saling mendukung untuk membangun Setia Mekar yang lebih maju,”terangnya.
Bang Oji juga menyampaikan apresiasi dan harapannya agar kegiatan ini terus mendapat dukungan dari berbagai pihak.
“Mudah-mudahan saya juga minta doanya dari teman-teman yang lain, dari para guru, para sahabat, sahabat Bang Oji, Garda Paspam terdepan. Aslinya, kita adalah pengawal ulama,” ungkapnya.
Pada acara itu hadir pula Ketua Perguruan Jalak Banten Nusantara KH. Tb. Abdul Fatah yang mengatakan, acara Maulid dan santunan yatim piatu tersebut sebagai pengingat bagi umat Islam tentang amanah yang Allah titipkan dalam setiap harta.
“Harta yang kita miliki adalah titipan Allah. Di dalamnya ada hak fakir miskin, yatim piatu, dan masyarakat yang membutuhkan. Kalau kita tidak pernah membagikan titipan itu, berarti kita lalai terhadap amanah-Nya,” ungkap KH. Tb. Abdul Fatah di hadapan jamaah.
Pria yang juga sebagai guru besar di Majelis Padepokan Asyifa menyatakan, kegiatan berbagi semacam ini juga berfungsi memperkuat persaudaraan antarwarga sekaligus menjaga kesatuan bangsa.
“Allah menciptakan kita bersuku-suku dan berbangsa-bangsa agar saling mengenal, bukan untuk berpecah. Karena itu acara seperti ini sangat penting, supaya kita bisa memperkuat persaudaraan, menjaga kesatuan, dan menumbuhkan rasa syukur di tengah keberagaman,” katanya.
Dia berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut dan menjadi teladan bagi masyarakat luas. Menurutnya, melalui kebersamaan dan kepedulian, masyarakat bisa tumbuh menjadi pribadi yang beriman dan bermanfaat.
“Insya Allah, kalau acara seperti ini terus dilakukan, kampung kita akan aman dan diberkahi. Intinya, kita harus menjadi manusia terbaik, beriman, dan bermanfaat bagi sesama, Acara Maulid Nabi dan santunan anak yatim di Setia Mekar berlangsung hangat, penuh doa, dan kekeluargaan. Warga berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan di wilayah-wilayah lain, agar manfaatnya semakin luas dan membawa keberkahan bagi semua,"pungkasnya.(firman)




