![]() |
| Para pemenang lomba merpati kolong di Lapak Mandiri Jatimekar Kecamatan Jatiasih |
inijabar.com, Kota Bekasi- Event perdana Lapak Mandiri di kelurahan Jatimekar, kecamatan Jatiasih berlangsung sukses dengan antusiasme tinggi dari para pecinta burung merpati kolong ini.
Dengan tiket seharga Rp10 ribu, panitia berhasil menarik hingga 500 peserta dengan total hadiah Rp2 juta.
“Alhamdulillah, untuk event perdana ini peserta sangat antusias. Walaupun kru banyak yang baru, sedikit keteter, tapi alhamdulillah tetap ada juara sejatinya. Ini jadi pengalaman berharga buat kita semua,”ucap Erwin Tim Panitia Lapak Mandiri, Erwin.
Dalam gelaran perdana ini, panitia membuka hingga 25 kloter. Jumlah tersebut menurut Erwin menjadi bukti tingginya minat pemain untuk mencoba Lapak Mandiri.
“Walaupun ini event kecil, tapi bisa tembus 25 kloter dengan 500 peserta. Itu luar biasa bagi kami sebagai penyelenggara pemula. Peserta yang datang juga beragam, ada pemain lokal dan ada juga yang biasa keliling lomba,”tambahnya.
Erwin menambahkan, event perdana ini menjadi langkah awal menuju gelaran yang lebih besar.
“Untuk giringan berikutnya ada di event Rp5 juta, Rp7 juta, Rp10 juta, dan seterusnya. Mudah-mudahan bisa sampai mobil second, karena tujuan kita makin besar untuk event-nya. Semakin ramai, semakin seru, dan semakin bermanfaat untuk komunitas,” ungkapnya.
Meski berjalan lancar, panitia mengakui masih ada beberapa catatan dari peserta, terutama soal fasilitas.
“Untuk sementara pedok kita baru satu. Rencananya akan diperluas ke belakang dan samping supaya pemain lebih nyaman, lebih safety bila hujan atau panas. Yang penting burung tetap aman, tidak basah, tidak kepanasan. Itu yang utama,”jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya soliditas Crew dan panitia.
“Harapan saya, ke depan Lapak Mandiri lebih baik lagi. Kru semakin kompak, panitia semakin solid, dan pemain-pemain yang belum pernah ikut bisa coba merasakan atmosfer di sini. Walaupun event kecil, tapi dengan 25 kloter dan peserta sebanyak itu sudah cukup membanggakan. Ini motivasi buat kita untuk terus belajar dan berbenah,”Tutur Erwin.
Sementara itu, Cakoy yang bertugas sebagai wasit mengatakan, pihaknya berupaya maksimal menjaga jalannya lomba tetap adil dan sportif.
“Kami berusaha seadil mungkin di lapangan. Kalau ada kritik dan saran, tentu kami tampung. Kritik itu membangun, kami sangat terbuka dan bukan anti kritik. Semua demi kenyamanan pemain,”ujarnya.
Cakoy menambahkan, adaptasi juga menjadi tantangan tersendiri bagi sebagian peserta.
“Ada beberapa pemain yang mungkin belum terbiasa main cepat, jadi butuh penyesuaian. Tapi kalau yang sudah sering keluar atau keliling lomba, aman-aman saja. Ke depan insya Allah semua bisa lebih terbiasa dan main lebih enak,”Jelasnya
Dengan capaian ini, panitia optimistis event Lapak Mandiri berikutnya bisa lebih besar dan meriah.
“Semoga ke depan lebih baik lagi, makin banyak pesertanya, makin sukses, kru semakin kompak, dan event yang digelar semakin besar. Intinya kita ingin Lapak Mandiri jadi wadah yang nyaman, ramai, dan bermanfaat buat semua pecinta burung,"kata Erwin.(firman)




