![]() |
| Walikota Bandung M.Farhan yang mendadtar sebagai calon Ketua Asprov PSSI Jabar. |
WARGA Kota Bandung mungkin baru sadar satu hal, di kota ini, yang bergerak paling cepat bukanlah pembangunan, tapi berita Wali Kota Bandung Muhammad Farhan yang resmi mendaftarkan diri sebagai calon Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Barat.
Iya, betul, di tengah kota yang sudah seperti 'simulasi survival' setiap kali hujan turun 15 menit, wali kotanya justru memilih ikut liga baru, bukan menuntaskan pekerjaan rumah yang menumpuk setinggi injury time Liga Champions.
Bandung Lagi Banyak PR, Pemimpinnya Malah Ikut Musorprov
Asprov PSSI Jawa Barat akan menggelar Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) pada 20 Desember 2025 di Karawang. Tanggal penting bagi Farhan. Namun tidak bagi warga Bandung.
Tanggal itu sama saja seperti hari-hari biasanya, hari di mana macet masih abadi, trotoar rusak masih eksis, dan drainase kota tetap percaya diri menolak air.
Sementara warga bertanya-tanya,
“Pak Wali, Bandung itu butuh wasit dan pelatih, bukan malah ditinggal nyari jabatan baru.”
Warga Bandung Paham Sepak Bola. Karena Hidup Mereka Mirip Pertandingan Tanpa Rumput
Bandung itu kota kreatif, tapi belakangan lebih sering 'berkreasi' dalam hal lain.
Lubang jalan yang ukurannya sudah bisa dijadikan mini stadium. Banjir mendadak yang muncul lebih cepat dari counter attack.
Trotoar yang nasibnya lebih tidak jelas dibanding klub Liga 3. Sampah yang setiap hari tampil sebagai 'man of the match'.
Saat semua ini terjadi, Farhan malah 'drible' ke Karawang untuk berebut kursi Ketua PSSI Jabar.
Mungkin Bandung dianggap sudah leading, jadi pemimpinnya merasa aman meninggalkan kota nya untuk ikut turnamen politik sepak bola.
Jangan-Jangan Bandung Cuma Perlu VAR
Warga Bandung sering merasa butuh 'VAR' untuk mencari tahu. Apakah trotoar yang dipenuhi pedagang itu kesalahan teknis?
Apakah lubang jalan sebesar kolam itu disengaja?. Apakah banjir dadakan itu bagian dari strategi permainan?
Sayangnya teknologi VAR tidak tersedia untuk urusan kota. Yang tersedia hanya informasi bahwa Wali Kota mereka sedang fokus menambah 'jabatan baru'.
PSSI Jabar Dapat Kandidat Baru, Bandung Dapat Apa?
Daftarnya Farhan sebagai calon Ketua Asprov PSSI Jabar mungkin membawa harapan bagi persepakbolaan Jawa Barat.
Tapi untuk Bandung sendiri, harapan itu masih belum jelas wujudnya. Warga hanya berharap Farhan tidak menerapkan pola permainan yang sama: Lambat di lapangan, Tidak presisi dalam positioning, Dan sering lupa bahwa tim utama yang harus dibenahi ya Bandung.
Karena kalau Bandung dibuat seperti pertandingan sepak bola, maka: Lubang jalan jadi kiper (paling sering menghentikan laju kendaraan), Air hujan jadi striker (paling sering membobol pemukiman), Sampah jadi gelandang (selalu muncul di tengah kota).
Semoga Bandung Tidak Kena Kartu Merah
Warga Bandung tidak melarang Farhan bermain di 'liga lain'. Asal jangan sampai kota yang ia pimpin malah terkena kartu merah karena ditinggalkan.
Kalau Farhan bisa mengurus sepak bola Jawa Barat sambil memperbaiki Bandung. Silakan.
Tapi kalau tidak, jangan salahkan warga kalau nanti mereka bersorak, 'Ganti wasit!'.
Ditulis; Tim Redaksi.




