Banjir dan Nasib Juru Parkir Jadi Sorotan Reses Arif Rahman Hakim

Redaktur author photo
Anggota DPRD Kota Bekasi Arif Rahman Hakim

inijabar.com, Kota Bekasi - Persoalan banjir akibat Kali Bancong yang tidak mampu menampung debit air dari tiga kelurahan, menjadi keluhan utama warga Harapan Jaya. Masalah itu diperparah, dengan minimnya perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan juru parkir, yang selama ini berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bekasi.

Anggota DPRD Kota Bekasi, Arif Rahman Hakim, menyerap berbagai aspirasi tersebut saat menggelar rapat kerja setempat (reses) di kediamannya, Kaliabang Tengah, Bekasi Utara, Sabtu (14/2/2026). 

Terpantau, acara yang dihadiri pengurus RW, RT, hingga juru parkir itu membahas tiga isu krusial: penanganan banjir, pengadaan CCTV, dan kesejahteraan juru parkir.

"Banyak pengurus RW meminta Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA), untuk melakukan normalisasi Kali Bancong. Sungai ini menjadi tumpuan air dari tiga kelurahan, tetapi sekarang sudah tidak bisa menampung debit air dengan baik," ungkap Arif.

Politisi asal PDI Perjuangan Kota Bekasi itu menyatakan, selain persoalan banjir, warga juga mengajukan usulan pengadaan kamera pengawas atau closed circuit television (CCTV), untuk meningkatkan keamanan lingkungan.

Permintaan tersebut dilatarbelakangi oleh kebutuhan pengawasan yang lebih baik di area-area strategis dan rawan kejahatan. Arif menyambut baik usulan tersebut, dan berjanji akan memperjuangkan pengadaan CCTV melalui anggaran pemerintah daerah. 

"Pengadaan CCTV penting untuk meningkatkan keamanan dan memberikan rasa aman kepada warga. Ini akan saya perjuangkan dalam pembahasan anggaran," katanya.

Yang menarik dari reses kali ini, adalah kehadiran sejumlah juru parkir yang menyampaikan aspirasinya secara langsung. Para juru parkir yang selama ini berkontribusi dalam pengumpulan PAD Kota Bekasi, mengeluhkan minimnya perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan mereka.

Para juru parkir meminta pemerintah daerah menyediakan perlengkapan kerja berupa seragam dan jas hujan yang layak. Menurut mereka, kelengkapan tersebut sangat penting agar mereka bisa bekerja dengan lebih baik dan mencapai target PAD yang diharapkan pemerintah.

"Juru parkir yang hadir banyak menyampaikan aspirasi. Mereka yang selama ini ikut berpartisipasi dalam PAD Kota Bekasi meminta agar diperhatikan, terutama soal seragam dan jas hujan. Ini penting agar para juru parkir bisa memberikan kontribusi PAD sesuai target yang diharapkan," jelas Arif.

Menanggapi beragam aspirasi yang masuk, Arif menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan seluruh usulan warga, melalui mekanisme pengawasan dan penganggaran di DPRD Kota Bekasi, sebagai hal penting dan memerlukan perhatian serius dari pemerintah daerah.

"Semua aspirasi yang masuk akan saya catat dan perjuangkan. Untuk normalisasi Kali Bancong, saya akan koordinasi dengan BPSDA. Untuk CCTV dan kelengkapan juru parkir, akan saya usulkan dalam pembahasan anggaran," tegasnya.

Arif juga mengapresiasi antusiasme warga, pengurus RW/RT, dan juru parkir yang hadir dalam reses tersebut. Menurutnya, partisipasi aktif masyarakat dalam menyampaikan aspirasi, sangat membantu dewan dalam menjalankan fungsi representasi dan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan. (Pandu)

Share:
Komentar

Berita Terkini