![]() |
| Pasar Cijerah usai diresmikan |
inijabar.com, Kota Bandung – Menjelang Ramadan 1447 H, Perumda Pasar Juara resmi meluncurkan Pasar Cijerah sebagai wajah baru pusat perdagangan rakyat di kawasan barat Kota Bandung.
Revitalisasi pasar ini bukan hanya memberi ruang nyaman bagi pedagang, tetapi juga membuka peluang peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang signifikan.
Direktur Utama Perumda Pasar Juara Kota Bandung, Pradana Aditya Wicaksana, menyampaikan pembangunan pasar rampung lebih cepat dari target. Proyek yang direncanakan hampir satu tahun itu tuntas dalam delapan bulan.
“Launching pasar ini bertepatan dengan memasuki bulan Ramadan. Alhamdulillah pembangunan selesai lebih cepat, sehingga pedagang bisa segera menempati kios dan berdagang dengan nyaman,” ujar Aditya saat peresmian Pasar Cijerah, Minggu (15/2/2026).
350 Kios, Mesin Baru Penggerak Ekonomi
Sebanyak 350 kios dengan ukuran variatif disiapkan untuk menampung pedagang. Komoditas yang dijual didominasi kebutuhan pokok seperti sayuran, daging, sembako, dan bahan pangan lainnya. Lokasinya yang berada di perbatasan Kota Bandung dan Cimahi menjadikan Pasar Cijerah strategis sebagai pusat distribusi sekaligus penopang stabilitas harga.
Momentum Ramadan dinilai menjadi katalis awal perputaran ekonomi. Lonjakan konsumsi masyarakat berpotensi meningkatkan volume transaksi harian, yang secara langsung berdampak pada retribusi pasar sebagai salah satu sumber PAD.
Investasi Rp20 Miliar dan Skema BOT 20 Tahun
Revitalisasi Pasar Cijerah menelan investasi sekitar Rp20 miliar. Pembiayaan dilakukan melalui skema kerja sama dengan pihak ketiga menggunakan mekanisme Build Operate Transfer (BOT) atau Kerja Sama Operasi (KSO). Dalam skema tersebut, mitra akan mengelola operasional pasar selama 20 tahun sebelum aset sepenuhnya kembali ke pemerintah daerah.
Model BOT ini dinilai strategis karena meringankan beban APBD sekaligus tetap menjaga kepemilikan aset oleh pemerintah. Di sisi lain, pengelolaan profesional diharapkan mampu meningkatkan okupansi kios, optimalisasi retribusi, dan tata kelola pasar yang lebih transparan.
Potensi PAD: Retribusi, Sewa Kios, dan Efek Berganda
Secara struktur, kontribusi PAD dari pasar rakyat umumnya berasal dari retribusi kios, jasa kebersihan, parkir, serta layanan pendukung lainnya. Dengan 350 kios aktif dan tingkat hunian optimal, Pasar Cijerah berpotensi menjadi salah satu lumbung retribusi baru bagi Kota Bandung.
Tak hanya itu, efek berganda (multiplier effect) juga tak bisa diabaikan. Aktivitas perdagangan akan menghidupkan sektor transportasi, logistik, hingga UMKM sekitar. Pasar yang tertata dan nyaman juga berpotensi menarik konsumen dari wilayah perbatasan, memperluas basis ekonomi lokal.
“Kehadiran pasar ini kami harapkan mampu mendukung stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok, terutama selama Ramadan,” tambah Aditya.
Dengan revitalisasi yang selesai lebih cepat, investasi yang terstruktur, serta dukungan momentum Ramadan, Pasar Cijerah tak sekadar menjadi pusat belanja kebutuhan pokok. Ia diproyeksikan menjadi simpul ekonomi baru yang menopang pertumbuhan sekaligus memperkuat PAD Kota Bandung dalam jangka panjang.(*)




