Februari Belum Usai, Banjir Sudah 4 Kali Rendam 100 KK di Gg Mawar

Redaktur author photo
Banjir yang merendam Gang Mawar, Margahayu, Bekasi Timur.

inijabar.com, Kota Bekasi – Banjir kembali merendam permukiman warga di Gang Mawar 6, RT 08 RW 03, Margahayu, Bekasi Timur, pada Jumat (20/2/2026), dengan tinggi air mencapai 2,5 meter setelah Sungai Cileungsi meluap dan air melimpas dari tanggul ke permukiman.

Salah seorang warga setempat, Gandhi, menegaskan bahwa banjir yang melanda Gang Mawar bukan dipicu oleh hujan di sekitar Bekasi, melainkan sepenuhnya akibat kiriman air dari wilayah hulu yang mengalir melalui Sungai Cileungsi dan bermuara di Kali Bekasi.

"Banjir dari luapan kali kiriman. Ini dua meter setengah di depan rumah saya," kata Gandhi saat ditemui di lokasi.

Gandhi menyatakan, setidaknya 100 kepala keluarga di kawasan RT 08 RW 03 ikut merasakan dampak banjir kali ini, dengan kondisi genangan yang cukup dalam hingga memutus akses jalan warga secara total.

"ini bukan kali pertama. Sepanjang Februari saja, banjir serupa sudah terjadi empat kali. Di sini kurang lebih 100 KK terdampak banjir," ujarnya.

Yang membuat situasi kian berat, banjir datang di awal bulan Ramadan. Gandhi mengungkapkan bahwa warga tidak hanya kelelahan secara fisik menghadapi banjir, tetapi juga harus memikirkan kebutuhan sahur dan berbuka puasa di tengah rumah yang terendam.

Bantuan yang paling dibutuhkan warga saat ini bukan hanya logistik semata, tetapi juga perlengkapan kebersihan untuk membereskan sisa lumpur tebal yang kerap ditinggalkan air setelah surut.

"Iya, untuk buka puasa, makanan, sama alat pembersihan pas banjir aja sih," kata Gandhi.

Bagi Gandhi dan warga Gang Mawar lainnya, proses evakuasi mungkin sudah menjadi rutinitas yang hafal di luar kepala. Namun justru di situlah letak kelelahan yang sesungguhnya, yaitu saat harus membersihkan rumah berkali-kali dari endapan lumpur sisa banjir surut.

"Kalau evakuasi sudah biasa. Tapi capeknya itu pas beres-beresnya. Lumpur yang ditinggalin lumayan tebal," ucap Gandhi.

Sementara itu, Yoga Ardinta dari Tim Reaksi Cepat BPBD Kota Bekasi, menyampaikan bahwa petugas sudah lebih dulu berjaga di lokasi sejak Kamis malam, 19 Februari 2026. Langkah antisipasi itu diambil setelah hujan deras mengguyur wilayah hulu dan memicu lonjakan debit air.

"Terakhir, tinggi muka air Kali Bekasi itu top level mencapai di lima ratusan sentimeter," papar Yoga di lokasi.

Meski ketinggian air yang masuk ke permukiman tergolong ekstrem, Yoga menyebut, tidak ada satu pun warga yang meminta bantuan evakuasi dari petugas.

"Alhamdulillah sampai saat ini kami terus melakukan monitoring. Belum ada yang dievakuasi karena masyarakat sudah evakuasi mandiri, yaitu di lantai dua rumah masing-masing. Ada juga yang mengungsi ke rumah keluarga atau saudara yang tinggal tidak jauh dari sini," tutur Yoga.

Untuk membantu mobilitas warga yang terisolasi oleh genangan, perahu fiber milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dioperasikan, agar warga tetap bisa bergerak keluar dari rumah mereka meskipun seluruh akses jalan terputus oleh banjir.

Soal data terkini di lapangan, Yoga membenarkan bahwa ketinggian banjir di Gang Mawar tercatat sekitar 2,5 meter dengan jumlah warga terdampak mencapai sekitar 100 kepala keluarga.

"Kalau tadi saya mendapat informasi sekitar 2,5 meter, kurang lebih. Untuk KK semua di sini ada seratusan, kurang lebih," ucapnya.

Nasib cepat atau lambatnya air surut, kata Yoga, sepenuhnya bergantung pada kondisi di wilayah hulu Bogor. Jika tidak ada lagi tambahan debit air yang dikirim ke hilir, ia optimistis genangan akan berangsur turun dalam waktu tidak terlalu lama.

"Kalau memang sudah tidak ada kenaikan dan kiriman dari Bogor, insyaallah segera surut," pungkas Yoga. (Pandu)

Share:
Komentar

Berita Terkini