![]() |
| Ilustrasi |
inijabar.com, Depok – Malang betul nasib yang menimpa sepasang suami istri, Firdiansyah Julian dan Mul Hisaanah warga Gang Masjid Al Islah RT 001 RW 03, Cisalak, Sukmajaya, Kota Depok. Mereka berdua menjadi korban dugaan penipuan dan penggelapan dengan modus pembelian minyak goreng kemasan harga murah yang mengakibatkan kerugian mencapai Rp 90 juta.
Firdiansyah Julian menjelaskan kronologis itu berawal dari adanya pemesanan barang minyak goreng kemasan melalui sistem Pre Order (PO) yang telah dilakukan ke empat kalinya terhadap terduga pelaku bernisial RAS dan SM.
Pemesanan tersebut, kata dia terjadi pada Januari 2026 dengan total pemesanan sebanyak 525 karton senilai Rp 90 juta, namun malang hingga saat ini barang tersebut tak kunjung diberikan.
“Transaksi terakhir itu dengan sistem pemesanan Pre Order (PO) melalui pesan WhatsApp kita sudah menyerahkan uang dengan nominal kurang lebih Rp 90 juta. Nah yang biasanya kita dijanjikan waktu hingga tujuh hari setelah pemesanan, biasanya lancar, transaksi satu, dua dan tiga kali uang kita kasih transfer. Tapi sampai saat ini hingga dua bulan barang itu belum juga tiba,” ujar Firdiansyah Julian kepada awak media, Minggu (15/2/2026).
Sebelumnya dirinya tak pernah menaruh curiga kepada terduga pelaku karena kata Firdiansyah, dia sudah mengenal cukup lama oleh suaminya. Terlebih barang yang ia pesan pun sebelumnya tak pernah gagal dan tempat tinggal maupun gudang milik terduga pelaku sudah lama diketahui.
“Karena yang bikin percaya belanja di tempat dia itu, sebelumnya kami tak pernah gagal. Dan saya berteman dengan suaminya juga kan sudah sejak dahulu saat dia masih buka bengkel motor, apa lagi setelahnya saya mulai tahu merintis buka gudang minyak goreng prospeknya jelas, lihat gudangnya juga ramai gitu,” katanya.
Namun tak seperti biasa barang yang semestinya tiba pada waktu yang dijanjikan. Justru, kata Firdiansyah terduga pelaku kerap berdalih, barang itu tak kunjung tiba karena adanya pembatasan kuota menjelang nataru sehingga pasokan minyak goreng mengalami kelangkaan.
“Kenapa ini jadi meleset terus gitu waktu turun barangnya. Alibinya kata dia itu ada pembatasan kuota lah, jadi minyak goreng ini dibilang langka lah dan lainnya gitu. Terus sudah gitu kita masih percaya sampai akhirnya pada Januari 2026 kita sudah bosan sebagai customer dijanji-janjikan terus, apa lagi kita juga sudah ditagih-tagih karena bawa duit orang juga kan,” terangnya.
[cut]
“Terus dia menjanjikan ingin mengajukan pengembalian uang ke pihak atasannnya lagi gitu. Bahkan dia juga bilang ingin mengajukan cicil gitu kan, lalu kita tanyakan lagi lokasi distributor atasannya di mana seperti itu. Tapi sampai saat ini malah belum ada kabar lagi, sampai terakhir kita masih bisa WhatsApp seminggu yang lalu sudah tidak aktif, semua nomor telepon itu dan lainnya semua sudah tidak aktif,” imbuhnya.
Tak sampai disitu, bahkan Firdiansyah mengungkapkan yang turut menjadi korban bukan hanya dirinya melainkan juga banyak korban-korban lainnya yang merasa tertipu atas perbuatan terduga pelaku.
Hal itu diketahui setelah dirinya berusaha mencari ke rumah tinggal terduga pelaku yang berada di Gang Masjid Al Islah RT 004 RW 04,Cisalak, Sukmajaya, Kota Depok dan gudangnya di Jalan Raya Gas Alam Blok B1, Tapos, Kota Depok.
“Hasilnya terduga pelaku kabur hilang, ditanya ke keluarganya juga tidak mengetahui keberadaannya di mana gitu, komunikasi terakhir dua hari lalu. Tapi barang barang di gudangnya pun kosong dan dikunci, bahkan diketahui sampai saat ini anak-anaknya ditinggal masih kecil di rumah bersama orang tuanya,” ungkapnya.
Belakangan diketahui Firdiansyah juga sempat berkomunikasi dengan beberapa korban lainnya setelah adanya kejadian tersebut. Katanya, ada sekitar 20 hingga 30 orang juga yang turut menjadi korban, namun dengan jumlah kerugian materil yang berbeda-beda.
“Yang saya tahu dari beberapa korban, kalau total kerugian nominalnya itu sih seluruhnya hampir lebih dari Rp 5 miliar. Karena kita sempat kumpul juga sama para korban lainnya, ada beberapa orang kurang lebih 20 sampai 30 orang ada yang dari Depok, Tangerang dan daerah lainnya dengan nominal beragam gitu, macam-macam ada yang sampai di atas Rp 500 juta, Rp 200 juta, Rp 100 juta dan sebagainya,” bebernya.
Atas perbuatannya tersebut, kini kedua pelaku RAS dan SM telah dilaporkan Firdiansyah beserta korban lainnya ke pihak kepolisian Mapolres Metro Depok yang nomor register : LP/B/266/II/2026/SPKT/POLRES METRO DEPOK/POLDA METRO JAYA, atas dugaan tindak pidana penipuan atau penggelapan pada Kamis (12/2/2026).
“Kita sih inginnya terduga pelaku ini cepat ketemu ya, bertanggung jawab dan uang kita harus kembalikan semuanya. Tapi kan dibalik itu juga dia harus menjalani proses hukum gitu kan, yang pasti mereka RAS dan SM harus tanggung jawab atas perbuatannya,” tandasnya.
[cut]
Sementara itu, Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa laporan tersebut sedang ditangani. Pihaknya juga telah menetapkan salah satu terlapor sebagai tersangka.
“Betul, kasus ini sedang ditangani. Salah satu terlapor ‘RAS’ sudah kami tetapkan sebagai tersangka. Namun karena yang bersangkutan sedang hamil besar enam bulan, tidak dilakukan penahanan dan hanya dikenakan wajib lapor 1 x seminggu,” ujarnya melalui pesan singkat telepon selularnya, Senin (16/2/2026).
Hal yang sama, Kapolsek Cimanggis, Polres Metro Depok, Kompol Jupriono saat dimintai konfirmas juga membenarkan berdasarkan laporan yang telah diterima bahwa adanya kasus penipuan penjualan minyak goreng yang diduga dilakukan dua orang pelaku berinisial RAS dan SM. Adapun jumlah kerugian yang dialami pelapor yakni sebanyak 1.840 karton minyak goreng dengan nilai sekitar Rp 300 juta yang dipesannya.
Kejadian tersebut berawal saat pihaknya menerima informasi dari sejumlah korban penipuan di lokasi Jalan Raya Gas Alam Nomor 12M Blok B1 RT 004 RW 04 Sukatani, Kecamatan Tapos, Kota Depok.
“Ketika di TKP, kita temukan hanya ada korbannya saja atas nama Edwin Daniel. Kemudian karena memang terlapornya sudah tidak ada, menurut pelapor terduga pelaku atas nama inisial RAS dan SM sehingga langsung kita arahkan untuk membuat laporan,” ujar Kompol Jupriono melalui sambungan telepon selularnya, Minggu (15/2/2026).
“Sampai saat ini kita sudah melakukan tahap penyelidikan ya, sudah memeriksa saksi-saksi, nanti akan kita cari keberadaannya. Sementara untuk dugaan motifnya, jelas lah motifnya ekonomi karena memang dia mencari keuntungan,” tambahnya.
Lebih lanjut pria yang pernah mengemban tugas di unit Reskrim Polres Jakarta Timur itu mengimbau agar masyarakat segera melapor ke pihaknya (Polsek Cimanggis) jika ada yang merasa dirugikan atas perbuatan terduga pelaku RAS dan SM. (Risky)






