Industri Banyak, Serapan Kerja Daerah Belum Optimal

Redaktur author photo
Dialog Informasi Pasar Kerja

inijabar.com, Kota Bekasi - Kabupaten Purwakarta mencatat 40.269 tingkat pengangguran terbuka, dengan dominasi baru dari lulusan perguruan tinggi. Angka itu menggeser tren sebelumnya yang didominasi alumni SMK/SMA, meski kawasan industri di wilayah tersebut terus berkembang.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Purwakarta, Dani Abdurahman, menyebut tingkat pengangguran terbuka mencapai 7,5 persen per Agustus 2025. Artinya, dari setiap 100 orang angkatan kerja, sekitar 7 hingga 8 orang masih menganggur.

"Terdapat 7 kawasan industri tersebar di Kabupaten Purwakarta, namun belum memberikan pengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja lokal," ujar Dani dalam Dialog Informasi Pasar Kerja yang digelar Pusat Pasar Kerja Kementerian Ketenagakerjaan bersama Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat dan Disnaker Purwakarta, Jumat (13/2/2026).

Dani menambahkan, pada 2024 pemerintah daerah berhasil menurunkan angka pengangguran menjadi 7,34 persen. Namun tantangan baru muncul dengan pergeseran profil pengangguran ke lulusan perguruan tinggi.

Dalam acara tersebut, sebanyak 100 praktisi SDM dari industri Purwakarta melakukan log in ke portal SIAP Kerja. Platform yang dirancang untuk mempermudah akses informasi bagi pencari kerja, sekaligus memenuhi Wajib Lapor Ketenagakerjaan Perusahaan (WLKP).

Sementara itu, Koordinator Pengembangan Kemitraan dan Jejaring Pasar Kerja Kemnaker, Sigit Ary Prasetyo, menegaskan bahwa SIAP Kerja menjadi solusi menghadapi maraknya lowongan kerja palsu.

"Platform SIAP Kerja ini berfungsi sebagai etalase terdepan Kemnaker dalam menangani permasalahan ketenagakerjaan di Indonesia. Akhir-akhir ini banyak pencari kerja tertipu dengan iklan loker palsu," katanya.

Menurut Sigit, loker palsu tidak hanya merugikan pencari kerja, tetapi juga perusahaan yang namanya dicatut. Karena itu, SIAP Kerja melakukan integrasi dengan perusahaan penyedia lowongan kerja yang berizin.

"SIAP Kerja menyajikan lowongan kerja di seluruh provinsi, kabupaten, dan kota di Indonesia," paparnya.

Di tempat yang sama, Subkoordinator Bidang Penyelenggaraan Pemagangan Dalam Negeri, Niken Dwi Wijayanti, menyoroti rendahnya partisipasi industri Purwakarta dalam platform SIAP Kerja. Data menunjukkan hanya 22 perusahaan, yang terdaftar sebagai penyelenggara pemagangan nasional.

"Industri Kabupaten Purwakarta sangat rendah menggunakan platform SIAP Kerja. Padahal 100 industri pada Dialog Informasi Pasar Kerja ini, dapat mematahkan loker palsu dan melakukan wajib lapor lowongan kerja," jelasnya.

Niken berharap, industri yang hadir dapat menjadi penyelenggara Pemagangan Nasional Batch IV di tahun 2026.

Senada, Ketua FKLPID Jawa Barat, Benny Tunggul, menyebut peran sektor industri di Purwakarta sangat penting dalam menurunkan tingkat pengangguran. Hal ini terlihat dari penyelenggaraan job fair rutin, yang didukung industri dan dikoordinir FKLPID Kabupaten Purwakarta.

Benny menjelaskan, rendahnya serapan peserta pelatihan Balai Latihan Kerja (BLK) Purwakarta di industri menjadi tantangan link and match antara lembaga pelatihan vokasi dengan dunia industri.

"FKLPID Jawa Barat melakukan model kolaborasi strategis pentahelix untuk meningkatkan penempatan alumni pelatihan di industri sampai 85,18 persen per November 2025," jelasnya.

Benny menambahkan, BLK kini berbasis demand driven industri, agar tidak terjadi ketidaksesuaian kebutuhan industri dengan output pelatihan.

Dialog yang dihadiri Kepala Bidang Penempatan dan Kepala Bidang Lattas Disnaker Purwakarta, Binwasnaker Kemenaker RI, serta Binapenta Kemenaker RI ini juga mengungkap permasalahan sosial terkait tuntutan masyarakat lokal kawasan industri untuk mendapatkan pekerjaan.

Menanggapi hal tersebut, Benny menyarankan kolaborasi peningkatan kompetensi masyarakat lokal melalui BLK, dengan fokus upskilling teknis dan kewirausahaan bersama industri.

"Kawasan industri dapat menciptakan kolaborasi dengan melahirkan wirausaha, memberdayakan alumni peserta pelatihan di bidang otomotif dan service secara mobile," tegasnya menjawab pertanyaan Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Purwakarta.

Sekedar informasi, pada 2025, Pemerintah Purwakarta memberikan penghargaan kepada Ketua FKLPID Kabupaten Purwakarta, Kristina Ayu Suprapti, atas kontribusinya dalam penyerapan tenaga kerja lokal. (Pandu)

Share:
Komentar

Berita Terkini