Jelang 1 Tahun Kepemimpinan KDM–Erwan, Lemah Kinerja Birokrat Pemprov

Redaktur author photo
Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar, KDM-Erwan

inijabar.com, Kota Bandung- Menjelang satu tahun kepemimpinan Kang Dedi Mulyadi (KDM) dan Erwan Setiawan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat, sejumlah catatan kritis mulai mengemuka.

Meski kepemimpinan KDM dinilai kuat secara visi politik dan berpihak pada masyarakat kecil, performa birokrasi di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat disebut belum sepenuhnya mampu mengimbangi ritme kerja gubernur.

Sorotan tersebut disampaikan Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Barat, Rahmat Hidayat Djati. Ia menyatakan, secara filosofis dan arah kepemimpinan, prinsip yang dibawa KDM sudah sangat memadai.

“Secara visi dan keberpihakan, Pak Gubernur sangat kuat. Beliau hadir langsung di tengah masyarakat bawah dan itu sejalan dengan janji politik yang disepakati bersama legislatif,” ujar Rahmat. Selasa (17/2/2026).

Namun demikian, Rahmat memberikan catatan penting pada aspek implementasi teknokratis di level Aparatur Sipil Negara (ASN). Menurutnya, kecepatan respons dan pola kerja birokrasi belum sepenuhnya adaptif terhadap gaya kepemimpinan KDM yang dinamis dan langsung menyentuh persoalan lapangan.

“Secara gagasan politik sudah progresif. Tetapi di level teknis, perlu konsolidasi dan penguatan manajemen birokrasi agar program tidak berhenti di narasi dan simbolik,” tegasnya.

Rahmat menilai, tantangan terbesar Pemprov Jawa Barat saat ini bukan lagi pada perumusan visi, melainkan pada eksekusi kebijakan secara sistematis, terukur, dan berkelanjutan. Ia mendorong adanya reformasi internal, terutama dalam pola koordinasi antarorganisasi perangkat daerah (OPD) dan peningkatan kapasitas ASN.

Terpisah, Pengamat Kebijakan Publik Dudi Supriadi menilai, gaya kepemimpinan KDM yang populis dan komunikatif memang menjadi kekuatan politik tersendiri. 

Kehadiran langsung di tengah masyarakat serta respons cepat terhadap isu-isu sosial kerap mendapat apresiasi publik. Namun, dalam tata kelola pemerintahan, keberhasilan jangka panjang ditentukan oleh soliditas sistem birokrasi.

Menjelang genap satu tahun masa jabatan, publik menanti sejauh mana duet Dedi Mulyadi–Erwan Setiawan mampu mengonsolidasikan kekuatan politik dengan efektivitas birokrasi.

Selain itu, kata dia, kesan menonjol dari KDM justru melemahkan penilaian publik terhadap sosok wakil gubernur Jabar Erwin seperi langit dan bumi.

"KDM memang menonjol dari sisi publikasi dibanding wakilnya yang nyaris tenggelam oleh sorotan publik. Proporsi kinerja inilah yang perlu diperbaiki pasangan ini,"ujarnya.

Evaluasi tahunan ini dipandang menjadi momentum penting untuk memastikan janji politik benar-benar terimplementasi dalam program yang berdampak nyata dan berkelanjutan bagi warga Jawa Barat.(*)

Share:
Komentar

Berita Terkini