![]() |
| Ahmad Murodi berfoto bersama Anggota DPR RI, Sudjatmiko dan masyarakat usai menggelar reses. |
inijabar.com, Kota Bekasi - Anggota DPRD Kota Bekasi, Ahmad Murodi, menggeser fokus program reses dari pembangunan infrastruktur fisik, ke pemberdayaan ekonomi masyarakat dan penerangan jalan umum.
Anggota komisi II itu menekankan, pengembangan UMKM sebagai solusi mengatasi pengangguran, sedangkan penambahan titik lampu untuk keamanan warga.
"Reses kali ini lebih menekankan pada UMKM sebagai prioritas pertama. Kami tidak hanya fokus pada infrastruktur yang pasif, tetapi program yang bisa menghasilkan manfaat langsung bagi masyarakat," ujar Murodi usai menggelar reses di RW 008, Jatimakmur, Pondokgede, Senin (16/2/2026).
Murodi menjelaskan, dari sekitar 300 UMKM di Kecamatan Pondokgede, baru 130 yang terdaftar resmi. Ia mewajibkan pelaku usaha mendaftar terlebih dahulu, sebelum mendapatkan bantuan stimulan dari pemerintah daerah.
"Rata-rata masyarakat butuh stimulan, tetapi kita tidak bisa sembarangan memberikan bantuan. Mereka harus terdaftar dulu di UMKM Kota Bekasi, setelah itu baru kita diskusikan bentuk bantuannya dengan dinas terkait," jelasnya.
Sebagai Pembina UMKM Kecamatan Pondokgede, Murodi menekankan pentingnya pengembangan usaha mikro, untuk mengatasi pengangguran.
"Persoalan pengangguran bisa diatasi, salah satunya dengan mendorong mereka yang menganggur, untuk membuka usaha dan menghasilkan pendapatan," katanya.
Berbagai jenis UMKM telah teridentifikasi di wilayahnya, mulai dari pedagang kaki lima, pedagang kue, hingga pedagang ikan hias. Namun, banyak yang belum terdaftar secara resmi sehingga sulit mendapatkan bantuan pemerintah.
Selain UMKM, Murodi juga memprioritaskan penambahan penerangan jalan umum (PJU), untuk meningkatkan keamanan warga. Pada 2025, ia telah menurunkan 40 titik lampu di wilayah Jaticempaka yang kemudian dibagikan ke RT lain yang membutuhkan.
"Saya panggil RT-RW karena ada yang kelebihan. Satu RT butuh lima titik, saya kasih 40. Akhirnya semua RT di sana terang. Kalau datang ke Jaticempaka, jalanannya terang semua," ungkapnya.
Murodi mengatakan, program PJU sangat penting terutama menjelang Ramadan, agar warga merasa aman saat pulang tarawih. Jalanan yang terang juga dapat mengurangi potensi kriminalitas, dan tempat tongkrongan negatif.
"Saya minta kepada RT-RW, kalau ada reses dari siapapun, ajukan kebutuhan PJU. Bahkan jika mereka butuh lima titik, saya suruh ajukan 10 biar ada cadangan kalau ternyata masih kurang," paparnya.
Murodi memastikan, akan terus memenuhi kebutuhan setiap RT-RW yang mengajukan penambahan PJU, sebagai bentuk awal kenyamanan dan keamanan lingkungan.
"Minimal kebutuhan yang mereka ajukan itu kita penuhi. Kalau ada lebih, bisa dioper ke RT lain yang deket tempatnya," pungkasnya. (Pandu)




