![]() |
| Ketua DPRD Ciamis Nanang Permana saat membuat konten di jembatan Cirahong. |
inijabar.com, Ciamis- Langkah Ketua DPRD Kabupaten Ciamis, Nanang Permana, yang baru melakukan peninjauan ke Jembatan Cirahong Ciamis pada Jumat (10/4/2026) malam, justru menuai sorotan tajam publik.
Kunjungan Nanang tersebut disebut dinilai warga sebagai pencitraan. Karena warga mempertanyakan kenapa tidak turun dari awal memberi kesadaran pada warga dan kepala desa sekitar jembatan yang sepertinya masih belum ikhlas kalau dijembatan tersebut terbebas dari pungutan.
Penanganan dan perhatian terhadap jembatan penghubung Ciamis–Tasikmalaya itu lebih dulu digaungkan oleh Dedi Mulyadi. Bahkan, berbagai langkah perbaikan dan penataan sudah mulai dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebelum Ketua DPRD turun langsung ke lokasi.
“Kalau sudah viral baru datang, ini kerja atau pencitraan?” ujar warga sekitar jembatan menuju Tasik.
Sorotan publik tak berhenti di situ. Muncul pula pertanyaan kritis terkait peran legislatif daerah yang dinilai minim sejak awal polemik mencuat, termasuk dugaan adanya praktik pungutan yang sempat dikeluhkan pengguna jembatan.
![]() |
| Kondisi jembatan Cirahong pada malam hari sudah ada penerangan jalan. |
Sejumlah warga mempertanyakan, mengapa Ketua DPRD tidak sejak awal mengambil langkah strategis, seperti melobi pemerintah desa setempat yang hingga kini disebut-sebut belum sepenuhnya menerima kebijakan jembatan tanpa pungutan.
“Harusnya Ketua DPRD hadir dari awal, bukan setelah semuanya ditangani provinsi,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Sebagaimana diketahui, Jembatan Cirahong merupakan infrastruktur vital sekaligus ikon bersejarah yang selama ini menjadi akses penting bagi mobilitas warga. Polemik yang mencuat tak hanya soal kondisi fisik, tetapi juga menyangkut pengelolaan dan dugaan pungutan yang membebani masyarakat.
Hingga kini, publik masih menunggu langkah konkret dari DPRD Ciamis, apakah kunjungan tersebut akan berujung pada kebijakan nyata atau sekadar respons atas tekanan viral di ruang publik.(*)




