![]() |
| Menu MBG di salah satu sekolah di Sukadana |
inijabar.com, Ciamis- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kecamatan Sukadana, Kabupaten Ciamis, kembali menuai polemik. Sejumlah orang tua murid mengkritik kualitas makanan yang dinilai asal-asalan dan tidak sesuai standar gizi bagi anak sekolah.
Padahal, dalam Standar Operasional Prosedur (SOP), dapur MBG diwajibkan menyajikan makanan bergizi seimbang yang mencakup nasi, lauk, sayur, dan buah.
Selain itu, pengolahan makanan harus bebas bahan berbahaya seperti MSG dan pewarna, dengan kontrol kualitas ketat mulai dari rasa, suhu, porsi, hingga kebersihan petugas yang menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap.
Namun, kondisi di lapangan disebut jauh dari ketentuan tersebut. AN, salah satu orang tua murid, mengaku khawatir dengan kualitas makanan yang diterima anaknya.
Menu yang disajikan berupa nasi, tahu, daun sawi, dan buah yang diiris.
“Kualitasnya mengkhawatirkan, diduga dibuat asal-asalan,” ujarnya. Selasa (7/4/2026)
Ia juga menyebutkan, persoalan serupa terjadi di sejumlah sekolah lain di wilayah Kecamatan Sukadana. Menu yang disajikan, mulai dari sayur, buah, hingga lauk pauk, dinilai tidak memenuhi standar kelayakan dan gizi.
Dugaan lemahnya pengelolaan juga mengarah pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang disebut tidak maksimal dalam menjalankan fungsinya.
Para orang tua pun mendesak Pemerintah Kabupaten Ciamis untuk segera turun tangan. Mereka meminta pengawasan diperketat, khususnya terhadap dapur umum di Desa Salakaria, agar standar gizi benar-benar diterapkan secara konsisten.
“Kami hanya ingin makanan yang layak dan sesuai standar gizi, apalagi ini untuk anak-anak,” kata AN.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai keluhan tersebut.(diki)




