![]() |
| Gubernur Jabar Dedi Mulyadi saat memberi sambutan di Paripurna HUT Subang ke 78 |
inijabar.com, Subang- Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Subang dalam rangka Hari Jadi ke-78 diwarnai kritik tajam dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, terhadap kondisi wajah Kota Subang.
Dalam sambutannya, Dedi mengaku kerap mendapat pertanyaan sederhana namun menohok soal identitas kota. Ia bahkan menyindir bahwa dirinya kebingungan saat ditanya letak Kota Subang.
“Saya bingung pak lamun ditanya teh. Pak Dedi Kota Subang di mana. Ceuk aing 'teuing' (kata saya 'ga tau'),” ujarnya, disambut tawa peserta Paripurna. Senin (6/4/2026)
Tak berhenti di situ, Dedi juga menyoroti kondisi tata kota yang dinilainya belum mencerminkan sebuah pusat pemerintahan. Ia menyinggung persoalan kebersihan dan menjamurnya pedagang kaki lima (PKL) yang dinilai semrawut, terutama di akses masuk kota.
“Aing disingseurikeun (saya diketawain). Pan eta kota na pa Gubernur (kan itu kota nya Pa Gubernur). Aing era siah teh,” katanya, menggambarkan rasa malu saat melihat kondisi tersebut.
Menurutnya, wajah kota seharusnya memberi kesan pertama yang baik bagi siapa pun yang datang. Ia menekankan pentingnya penataan ulang kawasan kota agar terlihat rapi, bersih, dan tertib.
“Nanti tolong ditata kembali. Kalau orang masuk ke kota, berasa ke kota, harus tertata,” tegasnya.
Kritik tersebut menjadi sorotan dalam momentum hari jadi, sekaligus peringatan bagi pemerintah daerah untuk segera melakukan pembenahan serius terhadap tata kelola perkotaan di Subang.(*)




