![]() |
| Ketua Panitia Gebyar May Day 2026 Hermawan |
inijabar.com, Kota Bandung – Aksi anarkis yang mencoreng peringatan Hari Buruh Internasional 1 Mei 2026 di Kota Bandung menuai kecaman keras. Serikat pekerja memastikan, pelaku kericuhan bukan bagian dari buruh, melainkan pihak luar yang diduga menyusup dan memicu kekacauan.
Ketua Panitia Gebyar May Day 2026, Hermawan, menegaskan sikap tegas serikat buruh yang menolak segala bentuk tindakan anarkis. Ia menyebut, ribuan buruh yang turun ke jalan maupun mengikuti agenda ke Jakarta justru menjalankan aksi secara tertib dan damai.
“Yang membuat ricuh itu bukan kami. Buruh di Bandung berkomitmen menjaga kondusivitas,” ujarnya.
Senada, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Bandung, Yayan Ahmad Brilyana, memastikan bahwa kerusuhan yang terjadi di sejumlah titik berada di luar kendali dan struktur serikat pekerja. Ia menekankan pentingnya menjaga hubungan industrial tetap stabil di tengah dinamika aspirasi pekerja.
Fakta Kunci May Day Bandung 2026:
-Ribuan buruh aksi damai, tanpa insiden
-Kericuhan terjadi di luar massa resmi
-Diduga ada penyusup yang memprovokasi
-Pemerintah dan serikat sepakat jaga stabilitas
Momentum May Day tahun ini sebenarnya menjadi ruang bagi buruh untuk menyuarakan isu strategis ketenagakerjaan, mulai dari kebijakan nasional hingga kesejahteraan pekerja. Namun, seluruh aspirasi tersebut disampaikan melalui jalur damai dan konstitusional.
Serikat pekerja menegaskan akan terus mengedepankan dialog, bukan kekerasan. Mereka juga meminta aparat menindak tegas pelaku anarki yang dinilai merusak citra perjuangan buruh.
Di sisi lain, Pemerintah Kota Bandung bersama pengusaha dan serikat pekerja memperkuat komitmen menjaga iklim kerja yang harmonis. Stabilitas dinilai menjadi kunci keberlanjutan dunia usaha sekaligus perlindungan bagi pekerja.
Kericuhan May Day 2026 di Bandung bukan dilakukan buruh. Serikat pekerja mengecam keras aksi anarkis dan menegaskan komitmen menjaga aksi damai serta hubungan industrial yang kondusif.(novi)



