![]() |
| Kirab Mahkota Binokasih di Sumedang |
inijabar.com, Garut – Euforia budaya siap mencapai puncaknya. Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda 2026 dipastikan digelar di jantung Kota Garut, Selasa malam (5/5/2026). Bukan sekadar perayaan seremonial, agenda ini berpotensi menjadi magnet massa terbesar tahun ini sekaligus ujian serius bagi kesiapan kota menghadapi ledakan pengunjung.
Sorotan utama kirab ini adalah prosesi sakral pengarakan Mahkota Binokasih Sanghyang Pake, simbol kejayaan Sunda yang akan diarak menggunakan Kereta Kencana Ki Jaga Raksa. Momen ini bukan hanya tontonan, tapi juga sarat makna historis dan spiritual yang jarang disaksikan secara langsung oleh publik.
Namun di balik kemegahan itu, ada satu pertanyaan besar: apakah Garut benar-benar siap?
Jalan Protokol Berubah Jadi Panggung Raksasa
Rute kirab sepanjang 2,2 kilometer dari Makorem 062/Tarumanagara hingga Bale Dewa Niskala akan melumpuhkan sejumlah ruas utama seperti Jalan Bratayudha dan Ahmad Yani. Ini bukan sekadar arak-arakan biasa ini transformasi pusat kota menjadi panggung budaya terbuka.
Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, secara tegas mengingatkan bahwa waktu sosialisasi yang mepet menjadi tantangan krusial. Jika informasi tidak tersampaikan dengan cepat dan masif, potensi kemacetan dan kebingungan publik tak bisa dihindari.
Antusiasme Tinggi, Risiko Membayangi
Pengalaman sebelumnya jadi alarm keras. Antusiasme warga seringkali tak terbendung penonton nekat merangsek ke jalur kirab demi mengabadikan momen. Jika tidak diantisipasi, ini bisa mengganggu jalannya acara bahkan membahayakan keselamatan.
Pemerintah pun tak mau kecolongan. Pengamanan “pagar betis” akan diperketat, melibatkan gabungan TNI, Polri, Satpol PP, hingga OPD. Tapi lagi-lagi, efektivitasnya bergantung pada disiplin masyarakat.
Parade 27 Daerah, Adu Gengsi Budaya
Kirab ini juga jadi ajang unjuk kekuatan budaya dari 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat. Mulai dari Reak khas Bandung, Tari Godeg Ayu dari Depok, hingga Surak Ibra kebanggaan Garut akan tampil dalam satu panggung jalanan yang megah.
Ditambah pasukan berkuda yang ditunggangi Gubernur Jabar Dedi Mulyadi dan jajaran Forkopimda, kirab ini dikemas layaknya parade kerajaan modern visual kuat yang berpotensi viral di media sosial dan Google Discover.
Momentum Besar, Ujian Nyata
Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda bukan sekadar perayaan hari jadi. Ini adalah panggung pembuktian, apakah Garut mampu menjadi tuan rumah event budaya skala besar dengan manajemen yang rapi, aman, dan berdampak positif.
Masyarakat diundang untuk hadir, tapi juga dituntut untuk tertib. Karena di balik gemerlap budaya, ada tanggung jawab bersama menjaga agar momen bersejarah ini tidak berubah menjadi kekacauan.(ujang)



