Nenek Acih Ketiban Rezeki di Malam Perayaan HUT ke 27 Kota Depok

Redaktur author photo
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi duduk bersebelahan dengan nenek Acih di panggung perayaan puncak Hari Jadi Kota Depok ke 27

inijabar.com, Depok – Entah mimpi apa yang dialami Sri Aniarsih seorang nenek berusia 65 tahun ketika Gubernur Jabar Dedi Mulyadi mengajaknya naik ke panggung puncak Hari Jadi ke 27 Kota Depok yang digelar di kawasan Perumahan Gardens, Candi Sawangan, Bojongsari, Kota Depok pada Jumat (1/4/2026) malam.

Kang Dedi Mulyadi (KDM) menanyakan kondisi kehidupan sehari-hari nenek Acih yang diketahui berdomisili di kawasan Jalan Nangka, Bojongsari, Kota Depok, berstatus janda ditinggal mati dengan hidup serba kekurangan bersama seorang anak perempuannya.

Mendengar kisahnya, KDM lantas memberikan bantuan kepada nenek Acih berupa uang tunai. Suasana pun sontak bertambah haru, setelah KDM memberikan bantuan. Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang hadir juga turut memberikan sejumlah uang kepada nenek Acih.

KDM meminta Pemerintah Kota Depok untuk menyalurkan uang yang malam itu didapat nenek Acih untuk memperbaiki rumahnya berikut dengan sebidang tanah maupun sertifikatnya.

Terkait Hari Jadi Kota Depok, KDM menyampaikan bahwa usia ke-27 Kota Depok memiliki makna tersendiri. Dia menyebut bahwa angka tersebut melambangkan kesempurnaan yang diharapkan tercermin dari komitmen pemimpin dalam melayani masyarakat.

“Usia 27 ini menjadi simbol kesempurnaan. Kesempurnaan itu tercapai apabila pemimpin memiliki komitmen yang kuat untuk melayani masyarakat,” ujar KDM.

Dia juga menekankan pentingnya menjadikan Kota Depok sebagai kota yang tertata, bersih, dan nyaman. Menurutnya, berbagai permasalahan seperti jalan rusak, sampah, hingga penataan lingkungan harus menjadi perhatian bersama.

Lebih lanjut, KDM juga menilai bahwa Kota Depok kini merupakan kota metropolitan dengan masyarakat yang majemuk.

Oleh karenanya, dia berpesan, diperlukan sikap saling menghargai serta menjaga keharmonisan antar warga.

“Depok adalah kota dengan keberagaman. Perbedaan agama, budaya, dan etnis harus menjadi kekuatan untuk membangun kota yang harmonis,” tandasnya. (Risky)

Share:
Komentar

Berita Terkini