![]() |
| Para atlit tinju siap berlagak di event Melanesia Boxing Vol 1 di Depok |
inijabar.com, Depok – Sebanyak 52 orang Fighter bersiap tarung pada ajang kompetisi tinju amatir "Melanesia Boxing Vol. 1" yang rencananya akan digelar di Balai Rakyat, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok pada Minggu (28/62026).
Menjelang pelaksanaan pertandingan, panitia penyelenggara telah merampungkan serangkaian agenda pra-acara mulai dari sesi timbang badan, face off, hingga konferensi pers di salah satu coffee shop kawasan Margonda, Sabtu (27/6/2026).
Ketua Pelaksana Melanesia Boxing Vol. 1, Josua Alexander Geritz mengatakan bahwa kompetisi ini menarik antusiasme yang luar biasa. Karena akan menampilkan puluhan petarung yang siap berlaga di Balai Rakyat, Sukmajaya, Kota Depok pada Minggu, 28 Juni 2026.
"Fighter yang akan bertanding besok ada total 52 fighter dengan 26 partai. Dan lima partai main event," ujar Joshua saat memberikan keterangan resmi kepada awak media, Sabtu (27/6/2026).
Dia juga menegaskan meski seluruh rangkaian acara ini masuk ke dalam kategori kompetisi amatir. Namun, pihaknya memastikan jalannya pertandingan sesuai dengan regulasi resmi, pihak panitia telah menggandeng asosiasi resmi di bawah KONI yaitu Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Kota Depok.
Sementara itu Dewan Penasihat Pertina Kota Depok, Fajar Satrio menjelaskan bahwa seluruh aspek teknis pertandingan akan berkiblat pada aturan standard nasional.
"Aturan pertandingan, karena dari panitia bekerja sama dengan Pertina Kota Depok tentunya mengacu ke aturan dari tinju amatir yang dikeluarkan undang-undang atau AD/ART Pertina dari Pertina Pusat. Jadi mengacu ke peraturan tinju amatir dari Pertina, kurang lebihnya seperti itu," kata Fajar.
Lebih lanjut Fajar menyatakan, guna menjamin keselamatan para atlet di atas ring, panitia juga sudah diperintahkan untuk menerapkan standar pengamanan yang sesuai dengan regulasi amatir. Seluruh petarung wajib dilengkapi perangkat keamanan sebelum dinyatakan sah untuk bertanding, seperti Pelindung Kepala (Headguard), Sarung Tinju standar, Pelindung Gigi (Gumshield), serta Pelindung Kemaluan (Cup Protector).
Sekretaris Umum Melanesia Boxing, Noval Bio Abraham, menambahkan acara tersebut selain menjadi panggung unjuk bakat, ajang Melanesia Boxing Vol. 1 ini mengusung misi sosial yang kuat bagi generasi muda di Kota Depok. Menurutnya, bahwa kehadiran kolaborasi antara Melanesia Boxing dan Angkatan Muda Keluarga Besar Maluku Tenggara Raya (KB MTR) ini diharapkan mampu menjadi representasi positif bagi pemuda setempat dalam memerangi berbagai isu sosial.
"Tujuannya yang pertama, kita sepakat kalau bahwasanya KB MTR Kota Depok salah satunya Melanesia Boxing Angkatan Muda itu harus bisa menjadi representatif kepada masyarakat muda yang ada di Kota Depok hari ini. Kenapa bisa menjadi representatif? Pertama, kita bisa melihat isunya hari ini adalah di Kota Depok masih banyaknya kekerasan-kekerasan, masih banyaknya aksi-aksi tawuran, masih banyaknya penyalahgunaan narkoba,” tandasnya.
Oleh karenanya, Melanesia Boxing dan KB Angkatan Muda hadir untuk menjalankan fungsi itu sebagai upaya dalam mencegah adanya terjadinya tawuran, penyalahgunaan narkoba dan kekerasan lainnya yang ada di jalanan.
Dirinya pun juga menambahkan bahwa proses persiapan acara ini telah bergulir cukup matang sejak bulan April 2026 lalu.
Noval menyebut bahwa respons yang diterima sangat antusias, bahkan slot pendaftaran semenjak pembukaan berlangsung sudah terpenuhi sejak jauh-jauh hari. Meskipun masih banyaknya peminat dari luar daerah yang ingin bergabung.
Di sisi lain, kehadiran event independen seperti ini disambut positif dengan tangan terbuka oleh Pertina Depok. Pihak asosiasi mengaku telah terbantu, karena kompetisi lokal seperti ini dapat menyederhanakan proses pencarian bakat (Scouting) untuk atlet potensial yang akan diproyeksikan ke tingkat yang lebih tinggi.
"Kami dari organisasi sangat mendukung karena tentunya dengan banyaknya event-event seperti ini, apalagi untuk kalangan pemula member, kami dari Pertina juga terbantu untuk melakukan scouting atlet. Karena memang kesulitan kami di zaman dahulu, Pertina itu ketika kita mencari atlet itu sungguh sulit. Tapi dengan adanya wadah-wadah seperti ini, kita jadi bisa melakukan scouting secara langsung gitu,"ujar Noval.
"Kalau dahulu kita harus berkoordinasi dengan tiap-tiap daerah untuk ketersediaan atlet, tapi dengan adanya event-event seperti ini tentunya kita bisa langsung mencatat nama-nama orang yang sekiranya potensi kedepannya untuk bisa kita bimbing atau guide menjadi atlet untuk mewakili daerah-daerah masing-masing," sambungnya.
Melalui kolaborasi antara promotor lokal dan Pertina ini, Melanesia Boxing Vol. 1 diharapkan tidak hanya menjadi panggung unjuk gigi para petarung sesaat. Melainkan menjadi awal dari bangkitnya ekosistem tinju amatir yang sehat dan berkelanjutan di Kota Depok. (Risky)



