![]() |
| Alun-alun Ciamis kondisi nya seperti tak terawat |
inijabar.com, Ciamis – Alun-Alun Kabupaten Ciamis yang belum lama ini selesai direvitalisasi kini menjadi sorotan masyarakat. Sejumlah fasilitas di ruang publik kebanggaan warga tersebut mulai menunjukkan tanda-tanda kerusakan, memunculkan pertanyaan mengenai kualitas pemeliharaan pasca revitalisasi.
Berdasarkan pantauan di lapangan, beberapa bagian pagar pembatas area alun-alun terlihat mengalami kerusakan ringan hingga sedang. Sejumlah tiang pagar tampak longgar, sementara cat pada beberapa bagian mulai mengelupas. Kondisi tersebut diduga dipengaruhi minimnya perawatan rutin serta pengawasan yang belum berjalan optimal.
Kerusakan juga dipicu oleh faktor cuaca yang terus menerpa fasilitas terbuka serta tingginya aktivitas masyarakat yang setiap hari memadati kawasan alun-alun.
Jika tidak segera ditangani, kerusakan yang saat ini masih tergolong ringan dikhawatirkan akan semakin meluas. Selain mengurangi estetika kawasan, kondisi tersebut berpotensi mengganggu kenyamanan bahkan keselamatan pengunjung yang memanfaatkan ruang publik tersebut untuk berolahraga, bersantai, maupun mengikuti berbagai kegiatan masyarakat.
Tak Hanya Pagar, Area Taman Juga Mulai Kurang Terawat
Sorotan warga tidak hanya tertuju pada pagar pembatas. Beberapa area taman terlihat kurang terawat, sementara sampah masih ditemukan di sejumlah sudut kawasan. Selain itu, beberapa elemen pelengkap fasilitas publik mulai menunjukkan tanda-tanda korosi dan belum mendapatkan perbaikan.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran masyarakat terhadap keberlanjutan hasil revitalisasi yang telah menelan anggaran cukup besar.
“Alun-alun adalah wajah kota. Sudah seharusnya perawatannya sebaik pembangunannya, agar tetap indah, aman, dan nyaman dikunjungi kapan saja,” ujar salah seorang warga. Kamis (18/6/2026) malam.
Warga Minta Pemeliharaan Berkala dan Pengawasan Ditingkatkan
Masyarakat berharap pemerintah daerah maupun pihak pengelola segera mengambil langkah konkret untuk menjaga kondisi Alun-Alun Ciamis agar tetap layak digunakan.
Beberapa usulan yang disampaikan antara lain penjadwalan pemeliharaan berkala, inspeksi rutin terhadap fasilitas umum, serta perbaikan cepat terhadap bagian yang mulai mengalami kerusakan.
Menurut warga, upaya pemeliharaan yang konsisten sangat penting agar investasi revitalisasi yang telah dikeluarkan tidak cepat mengalami penurunan kualitas dan tetap memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Revitalisasi Tak Cukup, Perawatan Jadi Kunci
Keberhasilan revitalisasi ruang publik tidak hanya diukur dari megahnya pembangunan fisik, tetapi juga dari konsistensi perawatan setelah proyek selesai.
Tanpa pemeliharaan yang memadai, fasilitas publik berisiko mengalami penurunan fungsi dalam waktu singkat. Karena itu, sinergi antara pemerintah, pengelola, dan masyarakat diperlukan untuk menjaga Alun-Alun Ciamis tetap menjadi ruang terbuka yang bersih, aman, dan nyaman.(diki)



