Garasi di Atas Trotoar Bandung Viral, Ternyata Milik RW Fakta Sebenarnya Bikin Kaget

Redaktur author photo
Garasi di trotoar ternyata milik keyua RW

inijabar.com, Kota Bandung– Kasus garasi di atas trotoar Jalan Ambon ini menjadi viral setelah foto dan video bangunan tersebut beredar luas di media sosial. Banyak pengguna internet mempertanyakan fungsi bangunan dan dugaan penggunaan fasilitas publik untuk kepentingan pribadi.

Keberadaan sebuah garasi yang berdiri di atas trotoar di Jalan Ambon, Kelurahan Citarum, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung, menjadi sorotan publik setelah fotonya viral di media sosial. Banyak warganet menduga bangunan tersebut digunakan sebagai garasi pribadi yang mengganggu hak pejalan kaki.

Namun, fakta di balik bangunan itu ternyata berbeda. Ketua RW 06 Kelurahan Citarum, Anne Rahadi, memberikan klarifikasi bahwa garasi tersebut bukan dibangun untuk kepentingan pribadi, melainkan digunakan sebagai tempat penyimpanan kendaraan pengangkut sampah atau Triseda milik lingkungan.

Anne mengaku terkejut ketika mengetahui bangunan tersebut menjadi perbincangan publik. Ia menegaskan tidak pernah memiliki niat membangun fasilitas di atas trotoar untuk kepentingan pribadi, apalagi menjadikannya garasi khusus mobil miliknya.

"Saya terkejut sekali karena mengetahui kabar itu dari warga. Saya tidak pernah bermaksud membuat bangunan di atas trotoar untuk kepentingan pribadi atau sebagai garasi mobil pribadi," ujar Anne, Minggu (14/6/2026).

Mobil Pribadi Sempat Diparkir di Dalam Garasi

Meski demikian, Anne tidak membantah bahwa mobil yang terlihat terparkir di dalam bangunan tersebut memang miliknya. Namun, ia menjelaskan kondisi itu hanya bersifat sementara.

Menurut Anne, pada Sabtu (13/6/2026), rumahnya yang juga difungsikan sebagai kafe sedang dipadati kendaraan pengunjung. Situasi tersebut membuat area parkir di sekitar rumahnya penuh sehingga ia memindahkan mobil ke garasi penyimpanan Triseda demi alasan keamanan.

Ia mengatakan keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan kondisi lingkungan yang padat kendaraan pada saat itu.

"Karena kondisi di sini penuh, anak saya datang bersama teman-temannya dan mobil harus dikeluarkan. Di luar juga penuh, sehingga oleh petugas Linmas dimasukkan sementara ke dalam garasi itu," jelasnya.

Dibangun untuk Melindungi Motor Sampah dari Pencurian

Anne menjelaskan, pembangunan garasi tersebut berawal dari kebutuhan menjaga kendaraan operasional pengangkut sampah milik warga. Sebelumnya, Triseda sering diparkir di tempat terbuka dan beberapa kali mengalami kehilangan suku cadang akibat aksi pencurian.

Kondisi itu membuat pengurus lingkungan berinisiatif menyediakan tempat penyimpanan yang lebih aman agar kendaraan operasional kebersihan tersebut dapat terawat dan siap digunakan setiap saat.

"Garasi itu dibangun untuk menyelamatkan Triseda supaya bisa terawat. Sebelumnya kami beberapa kali kehilangan suku cadang karena kendaraan diparkir sembarangan," katanya.

Trotoar dan Fasilitas Publik Jadi Sorotan

Meski telah memberikan klarifikasi, keberadaan bangunan yang berdiri di area trotoar tetap memunculkan perdebatan di tengah masyarakat. Sejumlah pihak menilai fasilitas pejalan kaki harus bebas dari bangunan permanen maupun semi permanen, terlepas dari tujuan penggunaannya.

Trotoar merupakan ruang publik yang diperuntukkan bagi pejalan kaki dan keberadaannya dilindungi oleh berbagai regulasi tata ruang serta ketertiban umum. Karena itu, polemik mengenai fungsi dan legalitas bangunan tersebut masih menjadi perhatian publik.

Di sisi lain, sebagian warga menilai keberadaan garasi untuk Triseda memiliki manfaat karena mendukung operasional kebersihan lingkungan dan mencegah kerusakan kendaraan pengangkut sampah.

Setelah klarifikasi disampaikan Ketua RW 06 Kelurahan Citarum, publik kini mengetahui bahwa bangunan tersebut diklaim sebagai tempat penyimpanan kendaraan pengangkut sampah lingkungan, meski sempat digunakan untuk memarkir mobil pribadi karena kondisi tertentu.

Perdebatan mengenai pemanfaatan ruang publik dan fasilitas pejalan kaki pun masih terus bergulir di tengah masyarakat Kota Bandung.(*)

Share:
Komentar

Berita Terkini