![]() |
| Seluruh panitia acara Lomba Kriyaan Lansia Kota Bekasi berfoto bersama usai acara. |
inijabar.com, Kota Bekasi - Babak penyisihan Lomba Kriyaan Lansia Kota Bekasi untuk kategori angklung dan line dance, resmi rampung digelar. Para pemenang utama dari kedua kategori tersebut, dipastikan akan unjuk gigi pada puncak acara yang digelar Juli mendatang.
Ketua Panitia Acara, dr. Johny Timbul Pardomuan menyatakan, kompetisi tersebut sengaja didesain, untuk menjaring potensi terbaik dari para warga senior.
"Hari ini kita lakukan lomba tingkat awal untuk menghasilkan juara satu angklung dan line dance. Mereka yang menang hari ini akan tampil mengisi panggung utama pada hari H nanti," ujar Johny saat ditemui usai acara, Kamis (18/6/2026).
Setelah merampungkan dua lomba kelompok tersebut, pihak panitia kini bersiap mengalihkan fokus pada agenda berikutnya, yaitu lomba fashion show. Berbeda dengan angklung dan line dance, kategori ini akan langsung dinilai pada acara puncak.
"Lomba fashion show karena hanya diikuti 21 orang perwakilan dari tiap sekolah lansia, maka pelaksanaannya langsung di hari H," lanjut pria yang juga menjabat Kabid Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga DPPKB Kota Bekasi tersebut.
Selain itu, pihak DPPKB juga tengah menyiapkan booth khusus bagi 12 kecamatan. Fasilitas itu disiapkan, agar para lansia bisa memamerkan produk UMKM hasil kreasi mereka, seperti kain batik dan kerajinan tangan lainnya.
Seluruh rangkaian kegiatan tersebut, bermuara pada acara puncak Kriyaan Lansia yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 4 Juli 2026. Acara itu juga akan dimeriahkan dengan aksi kolosal yang melibatkan ribuan peserta.
"Hari H nanti akan diisi oleh atraksi angklung 3.000 peserta sekolah lansia secara bersamaan," ungkap Johny.
Untuk menambah kemeriahan, panitia berencana menghadirkan artis ibu kota sebagai hiburan. Terkait anggaran, Johny menegaskan, seluruh pendanaan bersourced dari APBD Kota Bekasi secara mandiri tanpa menggunakan sponsor.
Di sisi lain, Johny turut menjelaskan, bahwa pertumbuhan Sekolah Lansia di Kota Bekasi terbilang pesat. Dari 13 sekolah dengan 1.300 siswa pada tahun lalu, kini melonjak menjadi 21 sekolah dengan total 3.205 peserta.
Kendati tumbuh pesat, Johny berharap program ini mendapat dukungan penuh dari kepala daerah. Pasalnya, jumlah lansia yang terakomodasi saat ini masih sangat kecil dibanding total populasi yang ada.
"Penduduk Kota Bekasi ada sekitar 2,5 juta jiwa, berarti warga lansianya berkisar 250.000 orang. Yang baru terdaftar sekolah baru 3.000. Penting bagi pemerintah untuk terus hadir memberikan pendidikan non-formal ini agar mereka semua bisa bahagia di hari tua," tutupnya. (Pandu)



