KDM Bantah Isu Sekolah Swasta Tolak Kerjasama, Kini 1.128 Sekolah Gabung Mitra Pemprov Jabar

Redaktur author photo
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi

inijabar.com, Kota Bandung – Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM), membantah anggapan bahwa banyak sekolah swasta menolak bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Sebaliknya, jumlah sekolah swasta yang bergabung sebagai mitra pemerintah justru terus meningkat.

Hingga akhir Juni 2026, tercatat 1.128 sekolah swasta telah resmi menjadi mitra Pemprov Jawa Barat untuk mendukung pelaksanaan SPMB 2026. Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan jumlah awal yang hanya sekitar 750 sekolah.

"Awalnya 750 sekolah, kemudian bertambah menjadi 1.015 sekolah, dan sekarang bertambah lagi menjadi 1.128 sekolah," ujar Dedi Mulyadi.

Pernyataan itu sekaligus menjadi jawaban atas isu yang menyebut banyak sekolah swasta enggan bergabung dalam program kemitraan pemerintah.

"Kalau ada yang menyatakan banyak yang menolak, justru terbalik. Malah sangat banyak yang ingin bekerja sama," tegas Dedi.

Kemitraan Sekolah Swasta Terus Meluas

Bertambahnya jumlah sekolah swasta mitra menunjukkan tingginya respons positif terhadap kebijakan Pemprov Jawa Barat dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.

Melalui skema kemitraan tersebut, pemerintah berupaya memastikan lebih banyak siswa memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan, sekaligus memperkuat kolaborasi antara sekolah negeri dan swasta dalam pelaksanaan SPMB 2026.

Pemerintah optimistis jumlah sekolah swasta yang bergabung masih akan terus bertambah seiring berlangsungnya proses penerimaan peserta didik baru.

Pemprov Jabar Siapkan Sekolah Hybrid

Selain memperluas kerja sama dengan sekolah swasta, Pemprov Jawa Barat juga memperkenalkan konsep sekolah hybrid, yang sebelumnya dikenal sebagai sekolah terbuka.

Program ini dirancang bagi peserta didik yang memiliki keterbatasan mengikuti pembelajaran tatap muka setiap hari karena pekerjaan maupun aktivitas tertentu.

Menurut Dedi Mulyadi, sekolah hybrid ditujukan untuk berbagai kalangan, seperti atlet, pedagang, petani, nelayan, hingga siswa yang memiliki kesibukan lain namun tetap ingin memperoleh hak pendidikan.

Dengan sistem pembelajaran yang lebih fleksibel, pemerintah berharap tidak ada lagi warga Jawa Barat yang kehilangan kesempatan bersekolah hanya karena keterbatasan waktu atau kondisi ekonomi.

Dedi Mulyadi Sampaikan Doa untuk Kesembuhan Vita

Dalam kesempatan yang sama, Dedi Mulyadi juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dari berbagai daerah yang memberikan dukungan moral dan doa bagi Vita, korban dugaan kekerasan yang masih menjalani proses pemulihan.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada semua warga dari berbagai kalangan dan berbagai profesi yang memberikan dukungan dan doa terhadap kesembuhan Saudari Vita," katanya.

Ia berharap kondisi Vita segera pulih sehingga dapat kembali menjalani aktivitasnya seperti biasa.

Langkah memperluas kemitraan sekolah swasta serta menghadirkan sekolah hybrid menjadi bagian dari strategi Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk memperluas akses pendidikan dan memastikan seluruh anak di Jawa Barat tetap memperoleh layanan pendidikan yang layak pada pelaksanaan SPMB 2026.(*)

Share:
Komentar

Berita Terkini