![]() |
| Ketua KONI Drpok Herry Suprianto |
inijabar.com, Depok – Jelang perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat XV 2026 yang hanya tinggal menghitung beberapa bulan lagi pada November 2026. Berbagai persiapan terus dilakukan mulai dari kesiapan panitia penyelenggaraan hingga kontingen atlet, khususnya Kota Depok yang ditunjuk sebagai tuan rumah.
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Depok menyebut telah menyiapkan sejumlah agenda program khusus dalam segi pembinaan kontingen atlet. Guna mendukung kematangan ajang pertandingan pada pesta olahraga terbesar se Jawa Barat empat tahunan sekali tersebut.
Ketua Umum KONI Kota Depok, Herry Suprianto mengaku bahwa agenda tersebut sudah dirancang serta dilakukan bahkan jauh waktu sebelum mendekati hari pelaksanaan Porprov Jabar yang akan digelar pada November 2026 mendatang di tiga daerah yaitu Kota Bekasi, Kota Depok dan Kota Bogor.
“Terkait kesiapan, jadi pasca tahun 2025 lalu kita telah meloloskan atlet yang akan ikut Porprov Jabar 2026 ya, yaitu melalui Babak Kualifikasi (BK). Sebanyak 744 orang atlet untuk seluruh cabang olahraga, sekitar 51 cabang olahraga,” ujar Herry Suprianto kepada awak media, Rabu (17/6/2026).
Adapun persiapan yang tengah dilakukan, lanjut Herry, yakni pelaksanaan Training Center atau pemusatan latihan, menyiapkan tim Strength and Conditioning (SC) atau pendekatan terstruktur dan berbasis ilmu olahraga, menyiapkan jaminan perlindungan risiko cedera bagi atlet, pendampingan psikologi atlet dan memberikan dana insentif bulanan para atlet melalui Program Akselerasi Atlet Terpadu (Paket) 2026.
“Jadi pemusatan latihan itu terkonsentrasi di masing-masing cabang olahraga ya, sudah mulai berjalan bahkan ada yang tiga bulan menjelang hari H. Sementara untuk tim Strength Conditioning (SC) ini bertugas memonitoring dan menaikkan performa atlet dari segi fisik. Kita menurunkan ada 10 orang mahasiswa UNJ, kita terjunkan ke cabang-cabang olahraga untuk mengawasi dan berusaha meningkatkan kemampuan fisik para atlet,” ungkap Herry.
Herry juga mengatakan, menggandeng kerja sama salah satu rumah sakit di Kota Depok melalui BPJS Ketenagakerjaan bakat dan minat untuk atlet. Rumah sakit tersebut, kata dia, memberikan dukungan dana untuk mengcover seluruh atlet bahkan dengan pelatih.
“Ya, saat ini ada sekitar hampir 1.000 orang itu dicover oleh rumah sakit tersebut selama 10 bulan. Jadi melalui BPJSTK agar apa, kalau atlet kita cedera dapat langsung tertangani dan bisa ditangani di seluruh rumah sakit di Depok. Dan kalau dikalkulasikan besaran anggarannya itu cukup besar ya hampir Rp 200 juta mereka membantu kita gitu,” katanya.
Tak hanya itu, guna menunjang operasional para atlet, pihaknya juga telah merancang Program Akselerasi Atlet Terpadu (Paket) 2026 sebagai bentuk perhatian lebih kepada atlet. Berupa dana insentif bulanan untuk atlet yang besarannya bervariasi, tergantung dari prestasi yang sudah diraih maupun yang berpotensi.
“Sebetulnya kita sudah ada program paket nih, Program Akselerasi Atlet Terpadu (Paket) 2026. Itu kalau yang masuk dalam program paket, atlet akan mendapatkan insentif besarannya Rp 600 ribu sampai Rp 5 juta per orang setiap bulan. Jadi perbedaannya sesuai dengan potensi medali yang akan diperoleh. Kalau dapat meraih medali emas di Porprov Jabar 2026 berarti Rp1,5 juta per bulan, kalau medali perak Rp 1 juta, perunggu Rp 500 ribu. Jadi memang bervariasi ditambah lagi atlet yang lolos juga akan kita berikan, walaupun mereka tidak masuk dalam program paket,” tuturnya.
Di sisi lain, sebagai bentuk apresiasi penghargaan prestasi atlet dalam ajang Porprov Jabar 2026 ini. Kata Herry, Pemerintah Kota Depok juga telah menyiapkan bonus atlet terutama yang berhasil meraih medali emas berupa uang tunai sebesar Rp 75 juta bagi setiap atlet. Sementara untuk atlet yang beregu, nantinya akan ada hitungan tersendiri dengan disesuaikan berdasarkan persentase.
“Karena event ini adalah event besar, yang tekanannya luar biasa dan pride-nya juga luar biasa. Maka ada penghargaan dari pemerintah daerah, kalau single event kan tidak pernah, juara kejurnas hadiahnya berapa? Nggak ada kan, tapi di event ini, Porprov Jabar 2026, satu medali emas itu bonusnya dihargai Rp 75 juta,” jelasnya.
Baginya, dengan berbagai agenda program yang telah dirancang serta tengah dijalani khususnya dalam persiapan pembinaan atlet. Herry optimistis bahwa kontingen atlet asal Kota Depok bisa membawa prestasi yang lebih baik, terlebih untuk cabang-cabang olahraga yang merupakan jadi tempat tuan rumahnya sendiri.
“Kalau sampai sekarang ini kesiapan kontingen atlet kita untuk siap bertanding sudah hampir 90 persen ya, sudah siap semuanya. Hanya tinggal peningkatan-peningkatan performa ya baik fisik maupun psikologisnya. Makanya tadi saya bilang, kita sudah ada program mulai dari pendampingan pelatihan fisik, pendampingan psikologi atlet, sudah ada perlindungan atlet ketika cedera. Sepertinya tiga poin ini saja kan sudah membuktikan kita serius untuk melakukan pembinaan mereka,” bebernya.
Herry pun berpesan para kontingen atlet seluruh cabang olahraga khususnya Kota Depok. Agar bisa memperhatikannya dengan serius apa yang sudah difasilitasi di dalam agenda program tersebut. Sehingga dapat terus memacu semangat atlet, untuk menggoreskan nama baik daerahnya di ajang Porprov Jawa Barat 2026.
“Rasanya semuanya harus ya, penting harus diperhatikan dari poin-poin yang saya sampaikan itu tadi, memang harus menjadi perhatian. Karena itu saling keterkaitan semuanya,” ujarnya.
“Mudah-mudahan ini juga menjadi motivasi buat para atlet, agar mereka bisa mendapatkan yang terbaik. Sehingga jenjang prestasi mereka itu makin terbuka lebar, karena yang sudah-sudah ketika mereka menjadi yang terbaik di Jawa Barat otomatis nanti di PON dia akan mewakili Jawa Barat. Jadi ini adalah tangga yang paling baik, tangga yang paling terbukti untuk meningkatkan jenjang prestasi yang lebih tinggi,” tambahnya. (Risky)



