inijabar.com, Kota Bandung –Video viral berisi insiden yang terjadi di Puskesmas Cibolerang pada 5 Mei 2026 terus bergulir. Lurah Margasuka, Darmansyah, akhirnya angkat bicara setelah dipanggil oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Pemerintah Kota Bandung terkait peristiwa yang viral tersebut.
Darmansyah mengungkapkan bahwa dirinya telah memenuhi undangan BKPSDM yang disampaikan melalui pihak kecamatan. Dalam pertemuan tersebut, ia bertemu langsung dengan jajaran BKPSDM mulai dari kepala badan, sekretaris, kepala bidang hingga kepala subbagian.
"Tadi pagi juga saya sudah diundang melalui kecamatan untuk bertemu langsung dengan jajaran BKPSDM, mulai Kepala BKPSDM, sekretaris, kabid juga kasubag," ujar Darmansyah.
Namun, menurutnya, dalam pertemuan itu dirinya tidak diberikan kesempatan untuk menyampaikan klarifikasi secara utuh terkait kronologi kejadian yang sebenarnya terjadi di Puskesmas Cibolerang.
"Tapi yang saya dapatkan tidak diberi peluang kesempatan melakukan klarifikasi. Sementara penyampaian Kepala BKPSDM diperintahkan melalui kecamatan untuk memberikan sanksi kepada lurah dan saya tidak pernah dikasih kesempatan terkait hal itu," katanya.
Meski demikian, Darmansyah menyatakan siap menerima konsekuensi apabila dinilai melakukan kesalahan. Ia bahkan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat jika tindakannya dianggap tidak tepat.
"Saya minta kalau memang saya bersalah di depan publik karena kegiatan kita di depan publik, saya minta maaf. Karena saya sebagai manusia biasa tak luput dari kesalahan. Dan insyaallah saya selaku pimpinan bertanggung jawab menjalankan tugas-tugas dengan baik," tuturnya.
Minta Penanganan Adil
Darmansyah juga menegaskan bahwa proses pemeriksaan harus dilakukan secara adil dan objektif. Jika dirinya dijatuhi sanksi, ia berharap pihak lain yang terlibat dalam insiden tersebut juga mendapatkan perlakuan yang sama.
"Satu lagi yang saya minta, kalau memang saya dikasih sanksi dari Pemerintah Kota Bandung supaya adil, saya minta Kepala Puskesmas Cibolerang dikenakan sanksi juga. Karena bisa dilihat di videonya kondisinya seperti apa," ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa saat kejadian berlangsung dirinya justru berupaya meredam ketegangan yang terjadi antara Ketua TP Posyandu Kelurahan Margasuka dengan Kepala Puskesmas Cibolerang.
"Justru saya yang tadinya melerai situasi, tapi ternyata saya yang dibalikkan," tambahnya.
Berawal dari Pembahasan Posyandu Remaja
Berdasarkan penjelasan yang beredar, insiden tersebut bermula saat Darmansyah bersama istrinya, Regy Regina yang juga menjabat Ketua TP Posyandu Kelurahan Margasuka, mendatangi kegiatan di Balai RW 06 Kelurahan Margasuka.
Keduanya bermaksud membahas pelaksanaan program Posyandu Remaja agar lebih tepat sasaran. Regy mengusulkan agar agenda kegiatan dipindahkan ke hari Sabtu sehingga lebih mudah diikuti para remaja, sekaligus menambahkan layanan pemeriksaan gula darah.
Namun usulan tersebut mendapat penolakan dari pihak Puskesmas dengan alasan keterbatasan tenaga kesehatan yang bertugas pada akhir pekan. Dari sinilah perdebatan yang kemudian viral di media sosial disebut bermula.
Kini, publik menanti langkah BKPSDM dan Pemerintah Kota Bandung dalam menyelesaikan polemik tersebut, termasuk memastikan proses pemeriksaan dilakukan secara transparan dan berkeadilan bagi seluruh pihak yang terlibat.(*)
Keyword : Lurah Margasuka, Darmansyah, BKPSDM Kota Bandung, Puskesmas Cibolerang, insiden Puskesmas Cibolerang, sanksi lurah Bandung, Posyandu Remaja Margasuka, viral Bandung 2026.




