Nasib Porprov Jabar 2026 Ditengah Krisis Pendanaan

Redaktur author photo
Ilustrasi

inijabar.com, Kota Bandung- Berdasarkan informasi yang berkembang hingga Juni 2026, hibah KONI Jawa Barat tahun 2026 belum sepenuhnya dapat dipastikan telah cair seluruhnya, meskipun pada Mei 2026 Pemprov Jabar menyatakan proses pencairan sedang berlangsung dan penandatanganan NPHD (Naskah Perjanjian Hibah Daerah) akan dilakukan. 

Kepala Dispora Jabar saat itu menyebut hibah KONI sebesar sekitar Rp20 miliar ditargetkan terealisasi setelah proses administrasi selesai. 

Sebelumnya Ketua KONI Jawa Barat, Budiana, secara terbuka mengakui bahwa persoalan terbesar yang dihadapi organisasi olahraga saat ini adalah ketidakpastian dana hibah dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Dalam pernyataannya, Budiana menyebut bahwa kendala utama persiapan olahraga prestasi berada pada aspek pembiayaan.

"Terus terang saja kendala yang kami hadapi ada pada posisi anggaran melalui dana hibah yang kami terima," kata Budiana.

Namun, sejumlah cabang olahraga mengeluhkan bahwa hingga awal Mei dana operasional dari KONI belum mereka terima. 

"Bahkan KONI Jabar sendiri mengakui banyak cabor menghadapi tekanan pendanaan menjelang Porprov XV Jabar,"ujarnya.

Bagaimana nasib Porprov Jabar November 2026?

Sampai saat ini, tidak ada indikasi Porprov XV Jabar akan ditunda atau dibatalkan. Persiapan tetap berjalan dan jadwal resmi masih mengarah pada pembukaan di Kota Bekasi pada 7 November 2026 dan penutupan di Kota Bogor pada 20 November 2026. Sebanyak 95 cabang olahraga dengan 1.156 nomor pertandingan telah ditetapkan. 

Yang menjadi persoalan justru adalah kualitas persiapan atlet dan pembiayaan penyelenggaraan. Beberapa fakta yang muncul:

1. Banyak cabor mengeluhkan minimnya dukungan dana pembinaan menjelang Porprov 2026.

2. Dispora Jabar belum bisa memastikan tambahan dana khusus Porprov melalui APBD Perubahan 2026 karena tergantung kondisi fiskal dan kebijakan gubernur.

Sejumlah daerah peserta juga mengalami persoalan serupa. Misalnya Bandung Barat mengakui kebutuhan ideal Rp25 miliar tetapi hibah yang tersedia hanya Rp3 miliar.

Jika hibah KONI Jabar memang hanya sekitar Rp20 miliar, angka tersebut tergolong sangat kecil dibanding skala Porprov XV yang akan melibatkan puluhan ribu atlet, ofisial, dan pertandingan di beberapa daerah. 

Bahkan Dispora Jabar sendiri belum dapat menjamin dukungan anggaran tambahan khusus penyelenggaraan Porprov melalui APBD Perubahan. 

Artinya, tantangan terbesar Porprov 2026 bukan pada jadwal pelaksanaan, melainkan pada:

- Kesiapan pendanaan cabang olahraga.

- Kualitas pembinaan atlet menjelang pertandingan.

- Kemampuan tuan rumah dan daerah peserta menutupi kekurangan anggaran akibat kebijakan efisiensi.

- Kepastian tambahan dana Porprov pada APBD Perubahan 2026. 

Porprov XV Jabar 2026 tetap jalan, tetapi berada di bawah bayang-bayang krisis pendanaan olahraga akibat efisiensi anggaran. 

Banyak cabor mempertanyakan bagaimana target prestasi dapat dicapai jika dana pembinaan dan persiapan belum mengalir optimal.(*)


Share:
Komentar

Berita Terkini