![]() |
| Peserta Latsarmil Calon Manager Koperasi Merah Putih |
inijabar.com, Jakarta – Program Latihan Dasar Militer (Latsarmil) Calon Manajer Koperasi Merah Putih kembali menjadi sorotan publik setelah jumlah peserta yang meninggal dunia bertambah menjadi empat orang dalam kurun waktu sepekan.
Korban terbaru adalah Muhammad Rifki Renaldi, pemuda asal Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Ia meninggal dunia setelah menjalani pendidikan di Satdik Yon Parako 465, Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Jumat dini hari, 26 Juni 2026.
Meninggalnya Rifki memicu perhatian luas setelah adik kandung korban mengunggah kisah terakhir sang kakak melalui akun Threads @mayienbear_. Dalam unggahan tersebut, keluarga menceritakan kronologi yang mereka alami sebelum menerima kabar duka.
Menurut pengakuan keluarga, sejak Selasa malam (23/6), Rifki sempat menghubungi keluarganya untuk meminta dikirimkan obat batuk, pilek, dan demam karena merasa kondisi tubuhnya menurun. Permintaan itu langsung dipenuhi, dan obat dikirim ke lokasi pelatihan pada Rabu pagi.
Namun setelah itu, komunikasi dengan korban disebut terputus.
Keluarga mengaku baru kembali menerima kabar pada Kamis malam (25/6/2026), ketika seorang pelatih menghubungi mereka. Dalam percakapan tersebut, pelatih menyampaikan bahwa Rifki diduga mengalami kondisi yang disebut "ereup-ereup" atau ketindihan selama dua malam berturut-turut.
Menurut cerita keluarga, saat mengalami kondisi tersebut Rifki disebut terus mengigau dan berteriak mengucapkan kata "bunuh" berulang kali.
Keluarga juga mengaku heran karena, menurut informasi yang mereka terima, pelatih sempat menanyakan kepada ayah korban apakah ada seseorang yang dapat membantu "menyembuhkan" kondisi tersebut sebelum akhirnya korban dibawa ke rumah sakit.
Tak lama berselang, keluarga kembali menerima kabar bahwa kondisi Rifki memburuk. Ia disebut mengalami dehidrasi berat, infeksi, serta gangguan pernapasan sehingga harus mendapatkan penanganan di Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Mendengar kabar tersebut, keluarga langsung berangkat dari Sumedang menuju Jakarta. Namun sesampainya di rumah sakit, mereka hanya dapat melihat Rifki telah dinyatakan meninggal dunia pada pukul 00.28 WIB.
Di sisi lain, pihak Kementerian Pertahanan melalui Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menyatakan bahwa korban sebelumnya telah mengikuti seleksi kesehatan sesuai prosedur dan sempat mendapatkan penanganan medis ketika kondisi kesehatannya menurun.
Meski demikian, kesaksian keluarga memunculkan sejumlah pertanyaan mengenai proses penanganan kesehatan peserta selama mengikuti program Latsarmil.
Kasus meninggalnya Muhammad Rifki Renaldi menjadi korban keempat yang dilaporkan wafat dalam rangkaian Program Latsarmil Calon Manajer Koperasi Merah Putih.
Rentetan peristiwa tersebut kini menjadi sorotan publik dan memunculkan desakan agar pelaksanaan program dievaluasi secara menyeluruh, termasuk standar pengawasan kesehatan, prosedur penanganan medis, serta transparansi terhadap keluarga peserta.(*)



