![]() |
| Adah Saadah yang merupakan kakak kandung dari Dindin Saanudin |
inijabar.com, Ciamis – Harapan untuk kembali memeluk anggota keluarga tercinta masih terus dijaga oleh keluarga besar Didin Saanudin, warga Lingkungan Cibitung Hilir RT 02 RW 10, Kelurahan Kertasari, Kecamatan Ciamis.
Sudah hampir tiga tahun berlalu sejak Didin meninggalkan rumah untuk bekerja, namun hingga kini keberadaannya masih menjadi misteri.
Setiap hari yang berlalu menjadi penantian panjang bagi keluarga. Tidak ada kabar, tidak ada pesan, bahkan tidak ada informasi pasti yang dapat mengungkap di mana pria kelahiran 2 Januari 1977 itu berada saat ini.
Menurut keterangan keluarga, Didin Saanudin meninggalkan rumah sekitar tiga tahun lalu dengan tujuan merantau untuk bekerja. Saat itu, ia diketahui berangkat bersama seorang teman yang berasal dari wilayah Petirhilir, Kecamatan Baregbeg.
Informasi terakhir yang diterima keluarga menyebutkan bahwa Didin akan bekerja di Kota Bandung sebagai penjahit, profesi yang selama ini menjadi sumber penghidupannya. Namun setelah keberangkatannya, komunikasi dengan keluarga tiba-tiba terputus.
Sejak saat itu, keluarga hanya bisa menunggu dan berharap.
Upaya Pencarian Terus Dilakukan
Kakak kandung Didin, Adah Saadah (52), mengatakan keluarga tidak pernah berhenti mencari informasi mengenai adiknya. Berbagai upaya telah dilakukan, mulai dari menghubungi kerabat, teman lama, hingga mencoba menelusuri kemungkinan tempat kerja yang pernah didatangi Didin.
“Sudah hampir tiga tahun kami menunggu kabar. Sampai sekarang belum ada informasi yang benar-benar memastikan keberadaan adik saya. Kami hanya berharap beliau dalam keadaan sehat dan bisa segera pulang atau setidaknya memberikan kabar kepada keluarga,” ujar Adah dengan suara lirih.
Menurutnya, Didin dikenal sebagai sosok pekerja keras dan memiliki kemampuan menjahit yang cukup baik. Karena itu, keluarga tidak pernah meragukan informasi bahwa ia pergi ke Bandung untuk bekerja sebagai penjahit.
“Beliau memang seorang penjahit. Informasi terakhir yang kami dengar, Didin akan bekerja di Bandung. Setelah itu, tidak ada lagi kabar yang kami terima,” katanya.
Penantian yang Menguras Emosi Keluarga
Bagi keluarga, hilangnya komunikasi secara mendadak merupakan sesuatu yang sangat tidak biasa. Terlebih, Didin belum berkeluarga dan selama ini dikenal dekat dengan saudara-saudaranya.
Setiap kali ada informasi baru, keluarga selalu berharap itu menjadi petunjuk yang dapat membawa mereka menemukan keberadaan Didin. Namun hingga kini, harapan tersebut belum juga terjawab.
Di rumah sederhana keluarga di Cibitung Hilir, nama Didin masih sering disebut dalam setiap pertemuan keluarga. Kerinduan yang menumpuk selama bertahun-tahun menjadi beban emosional yang terus mereka rasakan.
“Kami tidak ingin berprasangka buruk. Kami hanya berharap Didin sehat dan selamat di mana pun berada. Kalau ada masalah atau kesulitan, keluarga siap menerima dan membantu,” ungkap Adah.
Keluarga kini membuka harapan kepada masyarakat luas. Mereka berharap ada seseorang yang pernah bertemu, bekerja bersama, atau mengenali Didin Saanudin sehingga dapat memberikan informasi mengenai keberadaannya.
“Kami mohon bantuan masyarakat. Jika ada yang mengenal, pernah bekerja bersama, atau mengetahui keberadaan Didin, kami sangat berharap bisa menghubungi keluarga,” ujar Adah.
Informasi sekecil apa pun dinilai sangat berharga. Banyak kasus orang hilang yang akhirnya terungkap berkat kepedulian masyarakat yang mengenali orang yang sedang dicari.
Pesan Haru untuk Didin
Di tengah ketidakpastian yang telah berlangsung hampir tiga tahun, keluarga masih menyimpan satu harapan sederhana: mendengar kabar dari Didin.
Dengan mata berkaca-kaca, Adah menyampaikan pesan yang selama ini ingin ia sampaikan kepada sang adik.
“Kalau Didin membaca berita ini, kami hanya ingin menyampaikan bahwa keluarga selalu menunggu. Kami berharap Didin dalam keadaan baik dan bisa segera memberikan kabar,” tuturnya.
Bagi masyarakat yang mengetahui keberadaan Didin Saanudin, lahir 2 Januari 1977, warga Lingkungan Cibitung Hilir RT 02 RW 10, Kelurahan Kertasari, Kecamatan Ciamis, diharapkan segera menyampaikan informasi kepada keluarga atau aparat setempat terdekat.
Semoga penantian panjang keluarga ini segera berakhir dan Didin dapat ditemukan dalam keadaan sehat untuk kembali berkumpul bersama orang-orang yang selama ini tak pernah berhenti menunggunya.(diki)



